Kamis, 26 April 2018 | 06:41 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Supply Chain
Selasa, 10 April 2018 18:25

Forum Wartawan Maritim Gelar Diskusi Penurunan Biaya Logistik di Pelabuhan

Ire Djafar
(translogtoday/ire)

JAKARTA -

Peningkatan daya saing industri logistik nasional sudah menjadi keniscayaan di tengah semakin kompetitifnya biaya logistik internasional.

Dibandingkan dengan negara-negara di Asia seperti Jepang, Korea, maupun China, ongkos logistik di Indonesia masih tergolong tinggi. Dalam peringkat indeks logistik, Indonesia pun masih berada di bawah negara-negara tersebut.

Kondisi ini mendorong pemerintahan Presiden Jokowi untuk terus berupaya menurunkan biaya logistik. Pembangunan infrastruktur besar-besaran dilakukan pemerintah untuk mendorong penurunan biaya logistik tersebut.

Pemerintah selain menerbitkan sejumlah regulasi, juga membangun sejumlah Pusat Logistik Berikat (PLB) terutama di Kawasan Timur Indonesia, untuk mendorong penurunan biaya logistik tersebut.

Pada tataran praktis, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC sebagai operator pelabuhan milik BUMN juga telah melakukan upaya yang sama. Salah satunya dalam bentuk pengoperasian Container Freight Station (CFS) di Pelabuhan Tanjung Priok.

Seperti diketahui, CFS merupakan fasilitas penyimpanan kontainer impor berstatus less than container load (LCL) yang masih dalam pengawasan kepabeanan.

Keberadaan CFS dimaksudkan untuk memperlancar arus barang dan pengurusan dokumen pelabuhan. Dengan fasilitas tersebut diharapkan biaya impor bisa dipangkas hingga 10%.

Mengapresiasi langkah IPC tersebut, Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) menggelar diskusi tentang peran CFS Center dalam mendorong penurunan biaya logistik di pelabuhan, Rabu (11/4/2018).

“Kami berharap kegiatan diskusi ini bisa memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang peran CFS Center sehingga terwujud kerja sama yang sinergis di antara semua pihak dalam menurunkan biaya logistik khususnya di pelabuhan,” ungkap Ketua Umum Forwami Damas Jati, Selasa (10/4/2018).

Diskusi yang digelar di Hotep Sunlake Sunter, Jakarta Utara, itu juga dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang CFS Center yang merupakan bagian penting perwujudkan visi pembangunan digital port Pelindo II.

Diskusi akan dibuka Direktur Pembinaan Anak Perusahaan IPC Riri S Jetta dan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Arief Toha Tjahjagama, Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok, Dwi Teguh, serta General Manager Pelabuhan Tanjung Priok, Mulyadi.

Dari kalangan asosiasi pengguna jasa, Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto, Ketua Umum ALFI, Yuki Hanafi, dan Ketua Umum Ikatan Eksportir Importir Indonesia, Amalia.

Bagi Forwami, penyelenggaraan diskusi tersebut merupakan pelaksanaan program kerja organisasi dalam menyikapi berbagai isu khususnya yang terkait dengan pelabuhan, pelayaran maupun logistik.

“Semoga kegiatan ini bisa secara rutin kami selenggarakan setiap bulan dengan berbagai topik khususnya di ketiga sektor tersebut, kami berharap, pelaksanaan berbagai kegiatan diskusi selanjutnya mendapat dukungan dari semua pihak terkait," kata Dimas. 

(hlz/hlz)


Komentar