Rabu, 15 Agustus 2018 | 04:29 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 10 April 2018 17:52

IPC Targetkan Throughput Pelabuhan Pontianak Capai Kapasitas Penuh

Hery Lazuardi
General Manager Pelabuhan Pontianak Adi Sugiri (translogtoday)

PONTIANAK -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Cabang Pelabuhan Pontianak menargetkan arus petikemas (throughput) pada tahun ini tembus 280.000 TEUs atau mencapai kapasitas penuh pelabuhan utama di Kalimantan Barat itu.

General Manager IPC Cabang Pelabuhan Pontianak Adi Sugiri mengungkapkan, arus kapal dan petikemas diperkirakan meningkat pada tahun ini sejalan dengan geliat perekonomian Kalbar dan efisiensi layanan kepelabuhanan.

Pada 2017, ungkap Adi, realisasi throughput di Pelabuhan Pontianak tercatat 244.485 TEUs atau meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 209.520 TEUs.  

“Tahun ini, IPC menargetkan throughput Pelabuhan Pontianak naik lagi menjadi 280.000 TEUs. Angka ini sudah mencapai kapasitas penuh pelabuhan berdasarkan lay system. Bahkan, manajemen ingin throughput bisa 300.000 TEUs,” ungkap Adi di Pelabuhan Pontianak, Selasa (10/4/2018).

Adapun dwelling time ditargetkan maksimal 3 hari, box/crane/hour (B/C/H) sebesar 24 bph (box per hour), box/ship/hour (B/S/H) 28 bph, dan yard occupancy ratio (YOR) 70% pada tahun ini.

Adi optimistis target itu dapat dicapai meningat kinerja pelabuhan hingga Maret lalu cukup tinggi, misalnya throughput 62.630 TEUs, dwelling time maksimal 2,99 hari, B/C/H 25 bph, B/S/H 36 bph, dan YOR 47,04%.

Menurut dia, Pelabuhan Pontianak merupakan salah satu cabang IPC yang berkinerja tinggi. Meskipun pelabuhan sungai dan lahannya terbatas karena berada di tengah kota, produktivitas Pelabuhan Pontianak relatif tinggi berkat penerapan full handling system sejak 2015.

“Kami harus menjaga alat utama dan alat pendukung tetap prima, sebab jika masalah sedikit saja pelanggan akan complain kemana-mana. Alur pelayaran juga harus dirawat sebab sedimentasinya sangat tinggi,” ujar Adi.

Terminal Kijing

Sekretaris Perusahaan IPC Shanti Puruhita menambahkan, untuk mendukung pengembangan Pelabuhan Pontianak ke depan, IPC telah menyiapkan Terminal Kijing
yang berlokasi di sisi laut sehingga nantinya dapat mengakomodasi dan melayani kapal-kapal besar. 

Terminal Kijing berjarak sekitar 80 km dari Pontianak, tepatnya di Desa Sungai Bundung Laut dan Desa Sungai Kunyit Laut, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. 

Shanti mengatakan Terminal Kijing dinilai strategis karena berada dekat perbatasan Malaysia dan pulau-pulau terluar Indonesia seperti Kepulauan Natuna yang kaya hasil laut. Terminal ini sekaligus akan mendukung program Tol Laut yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo.

“Terminal yang didukung Kawasan Ekonomi Khusus ini diharapkan mendorong ekonomi daerah, khususnya Kalbar, sehingga berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Shanti.  

Pembangunan Terminal Kijing direncanakan dalam dua tahap, meliputi pembangunan empat terminal, yakni terminal petikemas, terminal multi-purpose, terminal curah cair dan terminal curah kering.


Terminal ini diproyeksikan dapat menampung kurang lebih 1 juta TEUs petikemas, 8 juta ton CPO dan 15 juta ton curah kering.

(hlz/hlz)


Komentar