Jumat, 20 Juli 2018 | 11:40 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 10 April 2018 21:44

Kapasitas CY Terminal Teluk Lamong Ditambah 50% Jadi 1,5 Juta TEUs

Translog Today
(Pelindo III)

SURABAYA -

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) memperluas lapangan penumpukan peti kemas di Terminal Teluk Lamong (TTL) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sehingga kapasitasnya bertambah hingga 50%.

CEO Pelindo III Ari Askhara mengungkapkan perluasan tersebut merupakan pengembangan container yard (CY) tahap kedua dari luas eksisting 10 blok dengan kapasitas 1 juta TEUs menjadi 15 blok dengan kapasitas mencapai 1,5 juta TEUs.

"Pelindo III konsisten mengembangkan TTL secara bertahap, hingga menjadi terminal peti kemas utama di Pelabuhan Tanjung Perak," katanya pada acara penandatanganan kontrak pengerjaan proyek tersebut di Surabaya, Selasa (10/4/2018).

Pada tahap akhir, ungkap Ari, lapangan penumpukan peti kemas TTL menjadi seluas 30 blok dengan kapasitas mencapai 6,5 juta TEUs. "Investasi untuk perluasan CY tahap kedua ini hampir Rp400 miliar," ujarnya.

Kontrak proyek perluasan CY tahap kedua tersebut dimenangkan oleh PT Nindya Karya, sekaligus kontrak pertama yang diterima BUMN infrastruktur itu dari Pelindo III pada tahun ini.

"Nindya Karya percaya diri dapat menyelesaikan proyek ini selama 18 bulan, meski target dari kontrak adalah 2 tahun. Pelindo III akan diuntungkan jika proyek selesai lebih cepat, karena (infrastruktur) dapat segera digunakan" kata Direktur Utama Nindya Karya Indrajaya Manopol pada kesempatan yang sama.

Menurut Indrajaya, proyek yang mencerminkan sinergi BUMN itu penting untuk menekan biaya logistik, yang menjadi bagian dari program Nawacita pemerintahan Joko Widodo agar target pertumbuhan ekonomi 5% pada tahun ini dapat tercapai.

Dermaga Tanjung Emas

Selain Nindya Karya, Pelindo III juga menandatangani kontrak kerja dengan PT Hutama Karya untuk proyek peninggian dermaga Terminal Samudera di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Dimensi terminal seluas 38 x 300 meter ditinggikan 2,1 meter LWS (low water spring/permukaan air)  atau dari semula 1,1 meter LWS menjadi 3,2 meter LWS. Pekerjaan dilaksanakan selama 9 bulan dengan investasi hampir Rp280 miliar.

CEO Pelindo III Regional Jawa Tengah Ardhy Wahyu Basuki menjelaskan, peninggian dermaga itu akan meningkatkan kemampuan Terminal Samudera dari semula dermaga untuk general cargo menjadi dermaga peti kemas.

"Nantinya container crane (alat angkat peti kemas) di Terminal Peti Kemas Semarang akan ada yang dipindahkan ke Terminal Samudera. Selain itu akan terkoneksi dengan jalur rel kereta api, sehingga pengangkutan peti kemas semakin lancar dan biaya logistik di Semarang semakin efisien," ungkapnya.

Kepala Wilayah IV PT Hutama Karya Andung Damar Sasongko menambahkan, proyek itu merupakan tugas pertama perseroan dalam pengerjaan proyek dengan metode manajemen pembangunan (building management method/BIM), sesuai arahan Ari Askhara.

"BIM merupakan suatu sistem yang bisa merubah konsep konstruksi di Indonesia. Dengan menerapkan BIM, tingkat kecocokan dari tahapan design, planning, construction, dapat dioptimalkan, sehingga menghemat biaya dan waktu," jelasnya.

(hlz/hlz)


Komentar