Senin, 24 September 2018 | 11:13 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Rabu, 11 April 2018 21:56

IPC Gelontorkan Rp5,6 Triliun Bangun Terminal Kijing dan KEK Mempawah

Translog Today
Direktur IPC Dani Rusli Utama (kanan) jelaskan proyek Kijing (translogtoday)

PONTIANAK -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC menganggarkan investasi sekitar Rp5,6 triliun untuk merealisasikan pembangunan Terminal Kijing dan Kawasan Ekonomi Khusus di Mempawah, Kalimantan Barat, hingga beroperasi pada tahun 2021.

CEO IPC Elvyn G Masassya mengungkapkan, sumber pendanaan untuk membangun proyek terintegrasi itu berasal dari internal sebagai bagian dari upaya perseroan menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia pada 2020.

“Kami menyiapkan belanja modal Rp11,6 triliun untuk membangun sejumlah proyek, termasuk Terminal Kijing dan KEK di Mempawah. Ini bagian dari persiapan kami menjadi world class port,” katanya dalam jumpa pers pencanangan pembangunan Terminal Kijing, Rabu (11/4/2018).

Pembangunan Terminal Kijing merupakan ekstensi dari Pelabuhan Pontianak akan dikerjakan dalam dua tahap serta dibagi menjadi empat terminal, yakni terminal petikemas, terminal multipurpose, terminal curah cair, dan terminal curah kering.

Terminal yang berlokasi di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, ini diproyeksikan mampu menampung hampir 1 juta TEUs petikemas, 8,3 juta ton CPO, dan 15 juta ton curah kering per tahun.

Pada pengembangan tahap pertama, IPC akan membangun lapangan penumpukan, gudang, tank farm, silo, jalan, lapangan parkir, kantor pelabuhan, kantor instansi, jembatan timbang, dan fasilitas penunjang lainnya.

Luas dermaga yang dibangun pada tahap awal ini yaitu 15 hektare untuk dermaga curah kering, 7 hektare untuk dermaga multipurpose, 9,4 hektare untuk dermaga petikemas, dan 16,5 hektare untuk dermaga curah cair.

Fasilitas offshore dan onshore akan dihubungkan oleh trestle sepanjang 3,5 km untuk mencapai kedalaman -15,0 mLws agar kapal-kapal besar dapat bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat.

Adapun total luas lahan yang disiapkan untuk Terminal Kijing mencapai 200 hektare. Sekitar 70 hektare akan dibebaskan pada tahap pertama dengan biaya sekitar Rp800 miliar, sementara lahan KEK yang disiapkan mencapai 5.000 hektare.

“Terminal Kijing akan menjadi integrated port karena ada KEK, juga menjadi pelabuhan internasional modern dan terbesar di Kalimantan di masa mendatang. Kami yakin proyek ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kalimantan Barat,” ujar Elvyn.

Dia mengatakan IPC akan bekerja sama dengan swasta untuk mengembangkan KEK tersebut menjadi pusat industri pengolahan sumber daya alam, seperti minyak sawit, karet, bauksit, dan tembaga.

“Sejauh ini sudah banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di KEK Mempawah, tetapi belum bisa saya ungkapkan sekarang karena belum resmi ditandatangani,” kata Elvyn.

(hlz/hlz)


Komentar