Kamis, 13 Desember 2018 | 15:05 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Aksi Korporasi
Rabu, 11 April 2018 15:44

Kinerja Keuangan dan Operasional IPC Lampaui Target

Translog Today
(translogtoday)

PONTIANAK -

Kinerja keuangan dan operasional PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC semakin kuat, ditandai dengan pencapaian positif pada triwulan pertama 2018 yang melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Data IPC mengungkapkan, pendapatan usaha BUMN itu pada triwulan pertama 2018 mencapai Rp2,60 triliun atau lebih tinggi 0,13% dari target RKAP. Laba usaha juga naik 11,48% di atas target menjadi Rp502,31 miliar, EBITDA naik 19,74% atau Rp1,09 triliun, sementara BOPO turun 9,48% menjadi 65,58%.

Pencapaian itu sejalan dengan target kinerja perseroan pada tahun ini, yakni pendapatan usaha ditargetkan naik 11,02% menjadi Rp11,68 triliun, EBITDA naik 6,8% menjadi Rp4,11 triliun, EBITDA margin tumbuh 1,1% menjadi 37,05% dan BOPO turun 1,6% menjadi 69,43.

Untuk kinerja operasional, throughput petikemas ditargetkan naik 2,7% menjadi 7,10 juta TEUs, throughput non-petikemas naik 27,7% menjadi 72,86 juta ton, kunjungan kapal naik jadi 35.000 unit, dan arus penumpang diperkirakan turun 15,8% menjadi 511.700 orang.

Pada sisi operasional, realisasi trafik arus peti kemas tercapai 1,83 juta TEUs atau naik 6% dari target RKAP, non-petikemas 13,36 juta ton, kunjungan kapal naik 8.001 unit, dan arus penumpang 109.610 orang.

IPC juga menjadi merupakan penyumbang dividen terbesar untuk BUMN di bidang jasa kepelabuhanan dengan mencatat kenaikan dividen 21,9% dibandingkan dengan tahun 2016, yakni dari Rp371,93 miliar naik menjadi Rp453,44 miliar (audited).

Roadmap Establishment 

CEO IPC Elvyn G Masassya mengatakan kinerja positif itu mencerminkan tahun roadmap Establishment yang dijadikan fokus perseroan pada tahun ini, yakni pertumbuhan volume peti kemas, profitabilitas dan pemantapan grup perusahaan.

“IPC sebagai induk telah menetapkan strategi pemantapan agar cabang pelabuhan dan anak perusahaan melakukan sinergi bisnis untuk tumbuh bersama demi kemajuan IPC,” ujarnya di sela-sela pencanangan pembangunan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (11/4/2018).

Menurut Elvyn, strategi itu dilakukan dengan restrukturisasi bisnis inti cabang pelabuhan dan anak perusahaan yang diharapkan semakin fokus pada pengembangan proses bisnis di wilayah yang telah ditetapkan sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Kinerja positif itu juga ditunjang oleh berbagai inovasi IPC untuk peningkatan layanan dan operasional, di antaranya upaya menekan dwelling time melalui pembuatan Integrated Container Freight Station (CFS Center) beserta uji coba integrasi data secara online antara CFS di seluruh cabang.

Selain itu, modernisasi infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan serta optimalisasi penggunaan teknologi informasi yang dilaksanakan dalam bentuk implementasi VTS (Vessel Traffic System), MOS (Marine Operating System), Inaportnet, NPK dan PK TOS, Auto Tally dan Auto Gate, E-Service dan DO (Delivery Order) Online sistem di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Optimalisasi penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan jasa kepelabuhanan selain bertujuan untuk memudahkan pengguna jasa dalam bertransaksi, juga untuk mendukung pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) terhadap transparansi biaya pelayanan jasa,” ungkapnya.

IPC juga mendapat apresiasi dari berbagai lembaga hingga Maret 2018, di antaranya penghargaan Platinum untuk kategori Indonesia Corporate Secretary & Corporate Communication 2018 dari majalah Economic Review, dan penghargaan Platinum untuk kategori Indonesia Information Technology Award 2018 dari majalah Economic Review.

Selain itu, penghargaan sebagai Best Achiever in CEO State Own Enterprise dari Majalah Mens Obssesion serta Gold winner kategori Marketing PR, Gold winner kategori Video Company Profile BUMN dan sebagai Perusahaan BUMN terpopuler dari majalah PR Indonesia.  

(hlz/hlz)


Komentar