Kamis, 13 Desember 2018 | 16:05 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Kamis, 12 April 2018 20:57

Tim Gabungan TNI AL Tangkap Kapal Angkut Kendaraan Mewah Ilegal

Ire Djafar
KM Fajar Bahari V ditangkap tim gabungan TNI AL (Koarmabar/translogtoday)

JAKARTA -

Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar) berhasil menangkap KM Fajar Bahari V yang mengangkut kendaraan mewah ilegal di perairan Pulau Damar Besar, Jakarta Utara, Rabu (11/4/2018).

Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengungkapkan KM Fajar Bahari V ditangkap oleh Tim Gabungan TNI Angkatan Laut yang terdiri dari Bravo Dispamal, Pomal, Denintel Koarmabar dengan Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal III bersama KAL Kobra Satrol Lantamal III Jakarta.

Kronologi penangkapan bermula saat Tim Gabungan TNI AL dan WFQR III mendapatkan informasi intelijen bahwa akan ada kapal yang diduga membawa kendaraan ilegal berlayar dari Pontianak dengan tujuan Jakarta.

“Berdasarkan informasi tersebut, Tim Gabungan TNI AL dan WFQR III selanjutnya melaksanakan patroli dan penyekatan di sekitar perairan Teluk Jakarta,” kata Pangarmabar kepada media di Dermaga Marunda Center, Kamis (12/4/2018).

Dari penyekatan tersebut, KAL Kobra akhirnya berhasil mendeteksi KM Fajar Bahari V pada posisi 05° 56’ 00’’ S - 106° 56’ 12’’ T, tepatnya di perairan Pulau Damar Besar. Selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap dokumen beserta muatan kapal oleh Tim Gabungan. 

“Hasil dari pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan satu unit mobil mewah Porsche Klasik yang diangkut di atas truk, dimana mobil tersebut disembunyikan dan disamarkan dengan ditutupi dus berisi masker,” jelasnya.

Menurut Pangarmabar, kuat dugaan hal tersebut merupakan bentuk modus operandi untuk menghindari pemeriksaan petugas.

Selanjutnya, KM Fajar Bahari V dikawal menuju Dermaga Marunda Center untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, kapal tersebut diduga telah mengirim barang ilegal terutama kendaraan mewah kurang lebih delapan kali.

TNI AL telah melaksanakan koordinasi dengan Bea dan Cukai terkait data-data barang muatan yang terdapat di dalam KM Fajar Bahari V untuk dilaksanakan deteksi dengan Alat X Ray guna mengetahui kemungkinan adanya barang ilegal lainnya.

Selain itu, Pihak Bea dan Cukai juga mendatangkan anjing pelacak untuk mengecek kemungkinan dugaan adannya Narkoba.

Dalam jumpa pers itu, Pangarmabar didampingi Danlantamal III Jakarta Laksamana Pertama TNI Denih Hendrata, Dansatrol Lantamal III Kolonel Laut (P) Salim, serta para pejabat utama Lantamal III Jakarta. (hlz/hlz)


Komentar