Jumat, 17 Agustus 2018 | 02:58 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Bandara
Minggu, 15 April 2018 21:07

AP II Tambah Kapasitas Sisi Udara Bandara Soekarno-Hatta

Translog Today

JAKARTA -

PT Angkasa Pura II (Persero) menambah kapasitas sisi udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa seiring dengan pertumbuhan arus penumpang dan pesawat.

Beberapa proyek sisi udara yang sedang digarap AP II, antara lain membangun jalur penghubung runway utara dan selatan di sisi timur atau East cross taxiway, landasan pacu ketiga, serta pembangunan apron dan taxiway untuk Cargo Village.

Hingga April 2018, pembangunan East cross taxiway tahap pertama sudah mencapai 15,3% yang pengoperasiannya ditargetkan pada April 2019.

East cross taxiway akan mempercepat pergerakan sisi udara, baik saat proses pesawat lepas landas maupun pesawat mendarat. Saat ini pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 81 per jam dan ditargetkan naik mencapai 86 per jam.

Perseroan juga akan membangun runway ketiga dengan investasi Rp2,6 triliun sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pergerakan pesawat hingga 114 per jam.

Selain itu, untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang Bandara Soekarno-Hatta yang diprediksi melampaui 100 juta orang pada 2025.

Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin mengatkan pembangunan runway ketiga itu akan memberikan keuntungan aircraft movement yang jauh lebih tinggi yaitu mencapai 114 pergerakan take-off dan landing per jam.

“Hal ini tentunya akan ditunjang dengan adanya East cross taxiway dimana pergerakan pesawat antara runway utara dan runway selatan menjadi lebih efisien,” katanya dalam siaran pers AP II, Minggu (15/4/2018).

Pembangunan runway ketiga tersebut membutuhkan luas lahan 216 hektare. Saat ini perseroan telah memiliki tanah 115 ha, sementara tambahan lahan seluas 101 hektare ditargetkan selesai dibebaskan pada September 2018.

Tanah yang dibebaskan mencakup wilayah Kota Tangerang yakni Kelurahan Selapajang Jaya dan Kelurahan Benda, serta wilayah Kabupaten Tangerang yaitu Desa Bojong Renged, Desa Rawa Burung dan Desa Rawa Rengas.

Peningkatan pelayanan lainnya juga dilakukan AP II, yaitu dengan membangun Cargo Village Tahap I dimana saat ini progres pekerjaan bagian apron dan taxiway-nya telah mencapai 78,24%.

Pembangunan apron tersebut akan memiliki kapasitas untuk menampung hingga delapan pesawat berbadan lebar (wide body) seperti Airbus A380 dan Boeing 777. Pekerjaan apron dan taxiway Cargo Village Tahap I ditargetkan beroperasi secara keseluruhan pada Juni 2018.

Keseluruhan pengembangan di sisi udara ini tidak lain sebagai upaya perseroan untuk menjadikan Bandara Soekarno-Hatta memiliki daya saing di antara bandara-bandara berkelas dunia lainnya, sekaligus mengantisipasi pertumbuhan penumpang pesawat di masa depan.

Proyek pengembangan bandara itu mendapat dukungan penuh dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. “Pengembangan beberapa proyek kunci itu dapat meningkatkan pelayanan kepada maskapai dan penumpang,” katanya saat meninjau Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (15/4/2018).

Mantan Dirut AP II itu juga mengapresiasi langkah perserroan yang menjalankan program Padat Karya Tunai (Cash for Work), dengan melibatkan 250 warga sekitar dalam pekerjaan konstruksi di bandara tersebut.

(hlz/hlz)


Komentar