Sabtu, 21 Juli 2018 | 22:20 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Freight/Cargo
Rabu, 18 April 2018 17:38

ALFI Siap Bantu Pelaku Usaha Logistik Hadapi Persaingan Era Digital

Aidikar M. Saidi
(translogtoday/ams)

JAKARTA -

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) siap membawa perusahaan forwarding dan logistik nasional menuju era digital untuk menghadapi persaingan global.

"Persaingan global ke depan akan dikuasai oleh segelintir perusahaan logistik raksasa dunia yang menguasai digital. Ini perlu diantisipasi," ujar Ketua Umum ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi kepada Translogtoday, Rabu (18/4/2018).

Solusi untuk menghadapi persaingan global itu, menurut dia, selain menguasai teknologi digital juga harus bersatu atau berkolaborasi dengan membentuk konsorsium atau merger antar pelaku usaha logistik.

Apabila tidak dimulai dari sekarang untuk menyusun kekuatan menghadapi persaingan itu, Yukki khawatir ke depan usaha logistik nasional terancam tutup dan dikuasai oleh pemain global.

Dia mengungkapkan hal tersebut seusai acara peluncuran pelayanan logistik berbasis online dan sosialisasi peraturan pemerintah terkait forwarding dan logistik.

Smart Port

ALFI menggandeng PT Indonesia Logistik Community Services (ILCS), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), untuk mengoperasikan layanan logistik berbasis online yang dikenal dengan Smart Port.

Layanan online itu dikemas dan bisa diakses melalui portal www.ilfa.or.id, untuk memudahkan pelaku bisnis logistik bertransaksi pada kegiatan yang berkaitan dengan pergudangan, trucking, sistem pemesanan shipping instruction, pemantauan pergerakan vessel dan barang di pelabuhan yang terkoneksi dengan 130 negara di dunia.

Peluncuran sistem layanan logistik online tersebut berbarengan dengan pelaksanaan sosialisasi sejumlah peraturan pemerintah di bidang logistik yang digelar ALFI DKI Jakarta dan diikuti 700-an perusahaan forwarder dan logistik.

"Kami fokus mewujudkan layanan logistik yang cepat dan efisien. Sistem ini bisa digunakan secara gratis oleh perusahaan logistik di dalam maupun luar negeri sebab sudah terintegrasikan dengan layanan logistik di sejumlah negara," ujarnya.

Yukki yang juga Chairman Asean Federation of Forwarders Association (AFFA) optimistis sistem ini memberikan kemudahan bagi pelaku logistik.

Sudah sejak beberapa bulan lalu pihaknya juga terus menyosialisasikan sistem layanan online itu dalam berbagai kesempatan, termasuk di luar negeri.

Upaya ini, tutur Yukki, guna meningkatkan logistic performance index (LPI) Indonesia, sekaligus mendorong kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business.

"Harapannya, sistem Smart Port ini dapat digunakan anggota ALFI, yang tentunya akan membawa kemudahan di era digitilasasi saat ini," ungkapnya.

Dia menjelaskan, pengembangan konektivitas sistem Smart Port akan memberikan akses kepada lebih dari 53 pelayaran ocean going, ter-update dengan jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal unlimited dari 130 negara, serta terhubung dengan manifest Jepang, AS dan Kanada, track and trace container.

"Selain itu pengguna bisa booking slot kapal yang dituju beserta pengajuan pembuatan dokumen pengapalannya," tuturnya.

(hlz/hlz)


Komentar