Kamis, 19 Juli 2018 | 21:55 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Travel
Rabu, 25 April 2018 19:37

Pelabuhan Sunda Kelapa Jadi Destinasi Wisata Andalan di Jakarta

Ire Djafar
Kapal pinisi sandar di Pelabuhan Sunda Kelapa (Pelabuhan Sunda Kelapa/translogtoday)

JAKARTA -

Arus kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, sepanjang 2017 naik hingga 33% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Salah satu destinasi dari 12 tujuan wisata di DKI Jakarta itu merupakan pelabuhan yang memiliki sejarah panjang bagi Ibu Kota sehingga menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara.

Sejak tahun 1500-an, Pelabuhan Sunda Kelapa sudah menjadi titik penting sebagai salah satu pusat perdagangan di Asia. Nilai sejarahnya sangat erat kaitannya dengan unsur budaya, dimana moda transportasi laut berbahan dasar kayu (kapal pinisi) hingga kini masih beroperasi di pelabuhan itu.

“Keunikan ini membuat animo wisatawan terhadap Pelabuhan Sunda Kelapa hingga saat ini masih tinggi, ini terlihat dari terus meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Humas PT Pelabuhan ll (Persero)/IPC Cabang Sunda Kelapa Achmad Fitriantoro kepada Translogtoday, Rabu (25/4/2018).

Dia mengatakan posisi Pelabuhan Sunda Kelapa berada dalam satu jalur destinasi wisata dengan wisata Kota Tua (Museum Fatahilah dan Museum Bahari) serta Wisata Kepulauan Seribu, yang saling menunjang dan sangat strategis.

Menurut Fitriantoro, beroperasinya Kapal Sabuk Nusantara 66 sejak 2016 yang bersandar di dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa sepanjang 1.200 meter turut mendukung daya tarik wisatawan.

Selain itu, lanjutnya, keunikan Pelabuhan Sunda Kelapa juga dimanfaatkan oleh para pelajar dan mahasiswa untuk mempelajari sejarah kepelabuhanan dan maritim, serta banyak juga dimanfaatkan untuk kegiatan komersial seperti pengambilan foto dan film.

Pelabuhan Sunda Kelapa yang merupakan pelabuhan bagi kapal-kapal dagang sejak masa Kerajaan Padjajaran hingga saat ini masih aktif digunakan sebagai tempat bersandar kapal, termasuk kapal kayu.

Salah satu jenis kapal yang masih dapat dilihat di Pelabuhan Sunda Kelapa adalah kapal pinisi. “Jika mendapatkan izin dari pemilik kapal kayu, wisatawan dapat mencoba naik ke kapal tersebut,” ujarnya.

Mengenai masih adanya aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Sunda Kelapa, Fitriantoro menilai masih wajar dan tidak mempengaruhi arus kunjungan wisatawan.

“Mereka justru bisa melihat aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Sunda Kelapa dengan ciri khas berbeda dengan pelabuhan lain, yaitu masih ada yang dikerjakan secara tradisional,” tuturnya.

Sebagian pekerja melakukan aktivitas bongkar muat barang dengan memanggul. Para pekerja bergotong royong dengan melewati titian dari pinggir dermaga dengan kayu.

"Ini bahkan menjadi nilai tambah yang menarik bagi para wisatawan terutama untuk wisatawan mancanegara," pungkas  Fitriantoro.

(hlz/hlz)


Komentar