Minggu, 16 Desember 2018 | 03:32 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 07 Mei 2018 14:59

Layanan On Shore Connection TTL Pangkas Biaya Kapal Hingga 30%

Ayu Puji Rahayu
CEO Terminal Teluk Lamong Dothy (Translogtoday)

SURABAYA -

Terminal Teluk Lamong, Surabaya, akan menyediakan layanan on shore connection di dermaganya sendiri mulai tahun depan, menyusul keberhasilan uji coba layanan penyediaan daya listrik dari dermaga ke kapal itu di PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI).

CEO Terminal Teluk Lamong (TTL) Dothy mengungkapkan instalasi on shore connection segera dibangun di dermaga TTL pada tahun ini sehingga diharapkan sudah bisa dimanfaatkan oleh perusahaan pelayaran domestik dan internasional mulai 2019.

Layanan tersebut dikelola oleh anak perusahaan TTL yakni PT Lamong Energi Indonesia (LEGI) sebagai penyedia listrik berbahan bakar gas. 

Pada tahap awal, LEGI BJTI dan lima perusahaan pelayaran swasta serta satu perusahaan logistik untuk menyediakan layanan on shore connection.

“Kerja sama dengan BJTI itu berjalan baik. Tapi insyaallah pada tahun ini kami akan pasang sendiri instalasinya (on shore connection) sehingga tahun depan sudah bisa di TTL,” katanya kepada Translogtoday, belum lama ini.

Dothy

Dia mengatakan penyediakan on shore connection sejalan dengan kebijakan green shipping dan green terminal TTL, serta IMO Tahun 2020 (MARPOL Convention Annex VI).

Dengan menggunakan layanan itu, kapal tidak perlu lagi menggunakan bahan bakar biasa, tetapi menggunakan daya listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik pada mesin utama kapal dan mesin bantu kapal.

“Fungsinya membantu pengoperasian kapal saat stationer (sandar) untuk menjalankan mesin induk, operasi muatan, mesin generator, navigasi dan mendukung kegiatan operasi mesin kapal lainnya,” jelas Dothy.

Pangkas Biaya 

Selain ramah lingkungan karena menghemat bahan bakar serta mengurangi polusi udara dan suara dari kapal, kata Dothy, penggunaan on shore connection lebih efisien karena bisa memangkas biaya kapal ketika sandar hingga 20%-30%. 

Sejak pelayanan perdana pada 14 Februari 2018, ungkap Dothy, on shore connection telah melayani 18 kapal peti kemas domestik di BJTI hingga April lalu dengan pelanggan tetap SPIL dan Meratus Line.

Beberapa perusahaan pelayaran domestik lainnya juga berminat memanfaatkan layanan tersebut. Ini ditandai dengan penandatanganan letter of intentantara PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) selaku induk perusahaan TTL dengan tiga perusahaan pelayaran, yakni Mentari Line, Tanto Line, dan Temas Line.

Layanan tersebut sudah melayani kapal berukuran besar, antara lain SPIL Hana kapasitas 4,3 Mwh, SPIL Vertical 1,1 Mwh, dan SPIL Armada Purnama 410 Kwh.  (hlz/hlz)


Komentar