Senin, 24 September 2018 | 10:35 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 08 Mei 2018 22:49

Dukung Ekspor, IPC Genjot Digitalisasi dan Modernisasi Pelabuhan

Ire Djafar
(Translogtoday)

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC terus mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi serta memodernisasi infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan, sebagai upaya menekan biaya logistik di Tanah Air.

Selain untuk meningkatkan kinerja pelayanan dan operasional perusahaan, upaya ini juga sebagai bentuk komitmen IPC dalam mendukung pengembangan ekspor nasional.

Hal itu disampaikan Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II Saptono R. Irianto pada acara Forum Ekspor 500%, yang diadakan di Kompleks Pelindo II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/4/2018). 

Forum Ekspor 500% merupakan wadah silaturahmi antarpelaku utama dan pihak-pihak yang berkaitan dengan pengembangan ekspor nasional, yang difasilitasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

“Terkait dengan optimalisasi penggunaan teknologi informasi, kami telah menerapkan berbagai aplikasi seperti Vessel Traffic System (VTS), Marine Operating System (MOS), Peti Kemas & Non Peti Kemas Terminal Operation System. Seluruh pelabuhan yang dikelola IPC menerapkan aplikasi Auto Tally, Auto Gate serta E-service,” jelas Saptono.

Dia mengatakan, ada empat langkah strategis lainnya yang diimplementasikan IPC untuk mewujudkan pelabuhan yang efisien. 

Empat langkah itu, yakni peningkatan pelayanan, pembangunan proyek strategis, penerapan sistem informasi layanan tunggal secara elektronik berbasis internet (inaportnet), dan sistem pelayanan berbasis elektronik seperti e-registration, e-booking, e-tracking & tracing, e-payment, e-billing dan e-care. 

Tekan Dwelling Time 

Menurut Saptono, digitalisasi pelabuhan telah meningkatkan kinerja operasional dan pelayanan. Pada 2017, misalnya, keseluruhan arus barang mencapai 57 juta ton lebih, atau melampaui target 5,56%. Arus peti kemas naik 0,8% dari target 5.144.240 boks.

“Dari sisi dwelling time, kami berhasil menurunkannya menjadi di bawah 3 hari. Upaya untuk menekan dwelling timeini dilakukan dengan penerapan Integrated Container Freight Station (CFS) di Pelabuhan Tanjung Priok,” jelasnya. 

Saat ini, lanjut Saptono, IPC juga telah mampu memfasilitasi persinggahan kapal kontainer berkapasitas besar. Sejak 2017, Pelabuhan Tanjung Priok melayani kapal kontainer berkapasitas 10.000 TEUs, yang melayani rute direct call. Kapal raksasa ini berlayar rutin setiap pekan dari Tanjung Priok ke Los Angeles dan Oakland, Amerika Serikat.

“Penggunaan kapal berkapasitas besar berdampak terhadap penurunan biaya pengiriman kontainer yang ditanggung eksportir ataupun importir, sehingga ikut menekan biaya logistik nasional,” katanya. (hlz/hlz)


Komentar