Selasa, 22 Mei 2018 | 17:18 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Transportasi
Kamis, 10 Mei 2018 22:04

Sektor Transportasi Rentan Isu Negatif, Praktisi Kehumasan Harus Bersinergi

Ire Djafar
(Translogtoday)

BATAM -

Instansi atau perusahaan yang bergerak di sektor transportasi dianggap sangat rentan terhadap perkembangan isu di tengah masyarakat. Apalagi, perkembangan media online dan media sosial sering membuat isu itu menimbulkan perspektif negatif akibat distorsi komunikasi. 

“Untuk itu diperlukan sinergitas antar praktisi komunikasi atau humas seluruh sektor transportasi,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono saat membuka Forum Komunikasi Publik (Kehumasan) Sektor Transportasi Tahun 2018 di Batam, Senin (7/5/2018).

Dia mengatakan distorsi dalam komunikasi bisa berbahaya sehingga diperlukan pemahaman isu yang memang harus dikelola dengan baik agar output dan outcome-nya menjadi lebih menggelegar.

Menurut Djoko, tantangan lain humas di sektor transportasi adalah menyamakan informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Hal ini dinilai penting guna menghindari munculnya distorsi informasi.

Dia berharap dari pertemuan forum komunikasi ini, para humas di sektor transportasi dapat menjadi sebuah TEAM. 

“TEAM ini diharapkan betul-betul mewujudkan kolaborasi dan sinergi. TEAM ini singkatan dari T - together; E - everyone; A - achive; M - more. Jadi kalau kita sebagai teamberkolaborasi bersinergi InsyaAllah hasilnya lebih menggelegar,” ujar Djoko.

Apalagi, lanjut Djoko, dengan adanya perkembangan teknologi digital saat ini, terutama media online dan media sosial, humas sektor transportasi harus dapat lebih berperan dalam penyampaian informasi ke masyarakat. 

Menurut dia, ada tiga hal penting yang harus dimiliki humas sektor transportasi dalam upaya membangun komunikasi informasi ke masyarakat, yaitu dedikasi, kolaborasi, dan totalitas. 

“Keterlibatan masyarakat engagementyang baik juga diperlukan dalam upaya penyampaian informasi, membangun reputasi instansi, dan pada akhirnya memperoleh kepercayaan masyarakat atau public trust,” ujarnya.

Djoko juga berharap pertemuan ini dapat meningkatkan kolaborasi dan sinergi humas di sektor transportasi dalam membangun reputasi di sektor transportasi.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Informatika Gun Gun Siswadi dan pakar komunikasi digital Shafiq Pontoh. 

Adapun praktisi kehumasan dari sektor transportasi yang mengikuti acara itu, antara lain dari Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Kota/Provinsi, BUMN, dan perusahaan swasta sektor transportasi.  (hlz/hlz)


Komentar