Minggu, 23 September 2018 | 06:12 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Jumat, 11 Mei 2018 19:59

Bersaing dengan Tanjung Priok dan Patimban, Banten Layani Ekspor Impor

Ire Djafar
Direktur IPC Riry S. Jetta (tengah) bersama Menko Luhut (Kemenko Maritim/Translogtoday)

CILEGON -

Pelabuhan di Banten akan dikembangkan menjadi salah satu basis ekspor impor yang melayani pelayaran internasional secara langsung, melengkapi Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Patimban Jawa Barat.

"Kita punya Tanjung Priok dan Patimban yang operasi perdananya akan dimulai tahun depan. Nanti pelabuhan di sini fokus mendukung industri di Banten, sementara Patimban fokus untuk wilayah Bekasi, Purwakarta dan Cikampek," ungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan.

Dia mengungkapkan hal itu saat meninjau sekaligus mencanangkan pembukaan akses ekspor impor di Pelabuhan Merak Mas, Cilegon, Banten, Jumat (11/5/2018). Acara itu dihadiri oleh pejabat Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, BUMN, dan Walikota Cilegon beserta jajarannya.

Menurut Luhut, pengembangan pelabuhan di Banten dan Jawa Barat diperlukan untuk mengurangi inefisiensi apabila terpusat di Pelabuhan Tanjung Priok saja.

Dia mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa kementerian/lembaga terkait agar pelabuhan di Banten dijadikan international port yang mampu melayani ekspor impor secara langsung.

"Pelabuhan di Banten, Tanjung Priok dan Patimban nantinya agar bisa bersaing. Kita tidak bisa bicara dwelling time 2,5 hari saja tapi biaya masih tinggi. Menurunkan biaya dan efisiensi adalah kata kunci," ujarnya.

Terminal Kapal Pesiar

Menko Luhut menambahkan, Banten juga akan dibangun terminal kapal pesiar (cruise) international untuk mengakomodasi kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata unggulan di wilayah paling barat Pulau Jawa Ini, seperti Taman Nasional Ujung Kulon dan Krakatau.

"Pelabuhan di Banten dianugerahi kedalaman laut yang bisa dilalui oleh kapal besar yaitu sedalam 15-20 meter. Kapal pesiar besar bisa mengangkut 4.000-5.000 orang sekaligus, bayangkan Singapura saja bisa dapat hampir 2 juta orang atau 300 cruise per tahun, sedangkan kita cuma 20 cruise," ungkapnya.

Pengembangan terminal kapal pesiar itu akan membuat Banten menjadi lebih hebat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten, terutama di sekitar pelabuhan. (hlz/hlz)


Komentar