Sabtu, 17 November 2018 | 23:50 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Jumat, 11 Mei 2018 11:28

RI Gandeng Korsel Bangun Pusat Penelitian dan Kerja Sama Teknologi Kelautan di Cirebon

Ire Djafar
Menko Luhut (kiri) dan Menteri KP Korsel Kim Young Choon (Kemenko Kemaritiman)

JAKARTA -

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan untuk mendirikan Pusat Penelitian dan Kerjasama Teknologi Kelautan (PPKT) di Cirebon, Jawa Barat.

Penandatanganan kesepakatan pengaturan pelaksanaan untuk pendirian PPKT berlangsung di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Rabu (9/5/2018), yang disaksikan langsung oleh Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Korsel Kim Young Choon. 

Penandatanganan dilakukan oleh Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin dan Deputi Bidang Kemaritiman KKP Korsel Cho Seung Hwan.

Kesepakatan itu merupakan tindak lanjut dari MoU tentang kerja sama maritim yang ditandatangani Kemenko Kemaritiman dan KKP Korsel pada 16 Mei 2016. MoU tingkat perguruan tinggi antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Sains dan Teknologi Kelautan Korea (KIOST) juga sudah ditekan pada 14 April 2016. 

“Kerja sama maritim dengan Korea Selatan ini sangat penting karena ada Laut China Selatan dan Laut Natuna, jadi nanti kita bisa bekerja sama di wilayah ini,” kata Menko Luhut.

Kerja sama dengan negeri Ginseng ini, Menko juga berharap akan lebih banyak lagi investasi masuk ke Indonesia.

"Saya berharap segera ada kerja sama yang lebih konkret dalam bidang teknologi seperti yang disebutkan sebelumnya,” ujarnya kepada Menteri Kim.

Menteri Kim menyambut baik tawaran pemerintah Indonesia dan siap mempererat kerja sama antar kedua negara. 

“Kunjungan kami ke Jakarta ini untuk review dan mengecek apa yang bisa kita lakukan dan sampai mana proses implementasi dari kesepakatan kerja sama kita selama ini,” jelasnya. 

Adapun mengenai PPKTK, tutur Luhut, bertujuan meningkatkan kerja sama dan memperkuat hubungan antara para pihak di bidang ilmu dan teknologi kelautan. Mereka akan bekerja sama berdasarkan prinsip kesetaraan, timbal balik dan saling menguntungkan. 

Proyek-proyek penelitian bersama yang akan dilakukan PPKTK, antara lain oseanografi umum dan operasional, ilmu dan teknologi kelautan, perubahan Iklim dan lingkungan laut termasuk Ekosistem.

Selain itu, manajemen pesisir yang terintegrasi dan hukum kelautan, energi laut (termasuk energi pasang surut, gelombang, dan arus), sumber daya mineral kelautan, perairan tawar, bencana pesisir dan kelautan, dan bidang lainnya.

PPKTK direncanakan dibangun di Cirebon, Jawa Barat. Dalam operasionalnya nanti, semua kegiatan PPKTK, termasuk hal-hal administrasif dan fasilitasi yang berhubungan dengan kegiatan operasional akan dijalankan sesuai dengan hukum dan peraturan di Indonesia. (hlz/hlz)


Komentar