Rabu, 14 November 2018 | 16:53 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Ekspor-Impor
Selasa, 15 Mei 2018 19:47

Jokowi Lepas Ekspor dengan Kapal Raksasa CMA-CGM Tage di JICT

Ire Djafar
(IPC)

JAKARTA -

Presiden Joko Widodo melepas ekspor melalui kapal petikemas raksasa CMA-CGM Tage, yang sandar di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Kapal yang berlabuh sejak Minggu (13/5/2018) itu mengangkut berbagai komoditas dari Indonesia ke mancanegara dari pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia ll (Persero)/IPC. 

Kapal CMA-CGM Tage melayani rute langsung atau direct call akan bertolak dari JICT Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menuju tujuan akhir Los Angeles, Amerika Serikat. 

Kapal itu berkapasitas sekitar 10.000 twenty foot equivalent units( TEUs) dengan bobot 95.263 GT (gross tonnage) dan panjang 300 meter. CMA-CGM Tage merupakan satu dari beberapa kapal raksasa, yang kini secara rutin berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kesiapan Pelindo II

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya mengatakan kehadiran kapal-kapal besar ke Tanjung Priok itu menunjukkan perseroan siap mengelola pelabuhan bongkar muat terbesar di Indonesia itu, dengan sistem teknologi informasi dan peralatan modern.

"Didukung dengan sistem TI dan peralatan modern yang ada, kami bekerja seefektif dan seefisien mungkin untuk mendukung peningkatan ekspor,” ujar Elvyn melalui siaran pers usai pelepasan ekspor tersebut.

cma cgm tage 

Selain pelepasan ekspor, Presiden meninjau infrastruktur pelabuhan di Tanjung Priok. Kepala Negara didampingi oleh Menteri Perindustrian Erlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Selain kapal CMA-CGM Tage, ada beberapa kapal besar (mother vessel) yang rutin berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, seperti Generasi Post - Panamax APL, Salalah, dan Vessel Pelleas. 

Bahkan Kapal APL Salalah memiliki kapasitas di atas 10.000 TEUs, dengan bobot hampir 130.000 GT dan panjang 347 meter. Adapun, rute layanan atau direct callyang ditawarkan antara lain tujuan Eropa Utara, Pantai Barat Amerika Serikat, dan Intra - Asia. 

"Kapal-kapal tersebut menawarkan layanan angkutan barang yang lebih kompetitif dan waktu pengiriman lebih cepat, sehingga berpotensi meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia, khususnya di AS," kata Elvyn.  (hlz/hlz)


Komentar