Minggu, 23 September 2018 | 05:43 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 15 Mei 2018 12:47

Pelindo III Perketat Pengamanan di Pelabuhan

Ayu Puji Rahayu
(Pelindo III)

SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) memperketat pengamanan di sejumlah pelabuhannya guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, menyusul teror bom di Surabaya pada Minggu dan Senin lalu.

Di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, misalnya, BUMN operator pelabuhan tersebut berkoordinasi dengan satuan TNI-Polri untuk memperkuat pengamanan.

"Selain bantuan TNI-Polri, setidaknya ada tiga gugus tugas dari Pelindo III yang menyiagakan pengamanan, yakni dari unsur PFSO (Port Facility Security Officer), QHSSE (Quality, Health, Safety, Security and the Environment), dan Shiftman on Duty," kata Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat.

Dia menjelaskan, masing-masing gugus tugas akan fokus pada bidang yang berbeda. PFSO untuk pengamanan fasilitas pelabuhan secara umum, sementara QHSSE untuk kontrol keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan.

Adapun Shiftman on Duty untuk memastikan kinerja operasional bongkar muat tetap berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

"Dengan demikian, kegiatan bisnis berjalan lancar karena Pelindo III tetap fokus bertugas menjaga efisiensi logistik," kata Faruq.

Dia mengatakan Pelabuhan Tanjung Perak memegang peranan penting dalam rantai pasok karena menjadi pelabuhan hub utama distribusi logistik ke kawasan timur Indonesia. Apalagi menjelang Ramadhan dan Lebaran biasanya arus barang meningkat.

"Karena kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat, pelabuhan yang menjadi simpul besar dari kegiatan distribusi harus lancar. Sehingga masyarakat tidak dirugikan dengan kelangkaan atau pun keterlambatan pasokan," jelasnya.

Pengamanan Berlapis

Selain di Tanjung Perak Surabaya, seluruh pelabuhan yang dikelola Pelindo III di tujuh provinsi juga memperketat pengamanan. Polres pelabuhan setempat sudah berkoordinasi dengan PFSO untuk menyiagakan pengamanan berlapis.

"Langkah yang diambil yaitu pembatasan akses masuk dengan penggunaan barier pada Pos 1, main shelter, main gate, dan jalur origin-destination," kata VP Corporate Communication Pelindo III Lia Indi Agustiana.

Selain itu, pemeriksaan orang dan kendaraan diperketat dengan diberlakukan perimeter atau fokus sebelum memasuki gate (gerbang akses), termasuk barang bawaannya.

"Monitoring via CCTV juga diperketat. Kemudian setiap pihak yang tidak berkepentingan akan ditertibkan," tegasnya.

Lia Indi menambahkan, RS PHC Surabaya, lini bisnis Pelindo III di bidang layanan kesehatan, meningkatkan pengamanan melalui kegiatan simpatik dan persuasif, agar masyarakat yang sedang berobat maupun dirawat tetap tenang dan nyaman di pusat kesehatan utama di kawasan Surabaya Utara tersebut.

Sementara itu, CEO Pelindo III Regional Bali Nusra, I Wayan Eka Saputra, mengatakan Pelindo III telah mendapatan dukungan dari TNI AL untuk pengamanan Terminal LNG (gas alam cair) di Pelabuhan Benoa.

"Pengamanan akan terus ditingkatkan karena Pelabuhan Benoa juga rutin melayani kapal pesar internasional dan turut mendukung penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting 2018," ujarnya.

Pelabuhan Beno juga menjadi alternatif gerbang evakuasi jika Gunung Agung erupsi. Secara umum, tuturnya, Pelindo III sudah memiliki standar pengamanan dalam mengelola pelabuhan dan selalu siaga untuk berbagai situasi. (hlz/hlz)


Komentar