Selasa, 25 September 2018 | 10:50 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Jumat, 25 Mei 2018 17:01

Fasilitas Dermaga Curah Pelabuhan Panjang Terbatas, Kapal Antre Sandar

Aidikar M. Saidi
Pelabuhan Panjang

BANDAR LAMPUNG - Fasilitas dermaga untuk kapal curah di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, sangat terbatas sehingga kapal harus antre menunggu tempat sandar.

Apalagi dermaga umum kapal curah saat ini juga digunakan untuk melayani kapal roro (roll on-roll off) lintas Tanjung Priok-Bandar Lampung.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Panjang Drajat Sulistyo mengatakan untuk mengatasi masalah itu telah dilakukan peningkatan produktivitas pelayanan bongkar muat barang curah 50.000 ton dari 8 hari menjadi 4 hari.

"Kini bongkar muat barang curah sudah melampaui 213 TGH (ton gang hour)," ungkapnya ketika dikonfirmasikan Translogtoday mengenai masalah itu, Jumat (25/5/2018).

Namun, Drajat mengakui antrean kapal curah untuk mendapatkan fasilitas sandar masih terjadi karena keterbatasan dermaga.

Dalam upaya meningkatkan produktivitas Pelabuhan Panjang, Pelindo II Cabang Panjang harus mengoptimalisasi fasilitas dermaga, antara lain merenovasi Dermaga A sepanjang 170 meter dan Dermaga C2 sepanjang 204 meter yang akan diperuntukkan bagi kegiatan bongkar muat multipurpose.

Pelabuhan Panjang juga memiliki dermaga PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII sepanjang 222 meter dengan trestle 350 meter. "Fasilitas dermaga tersebut akan didukung kedalaman kolam minus 14 LWS," jelasnya.

Untuk dermaga jetty PTPN VII Bandar Lampung telah ditandatangani kesepakatan pengalihan aset DUKS milik PTPN VII.

Kesepakatan mengatur mengenai mekanisme peralihan jetty (dermaga curah cair) sepanjang 222 meter guna menangani kargo CPO (crude palm oil) milik PTPN VII kepada Pelindo II Cabang Panjang sebagai operator pelabuhan.

Drajat mengakui Pelabuhan Panjang menghadapi keterbatasan fasilitas dermaga. Adapun dermaga eksisting harus dioptimalkan dalam rangka menekan Berth Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat penggunaan dermaga yang sudah lebih 80%.

Selain masalah optimalisasi dermaga, dalam rangka penataan Pelabuhan Panjang, manajemen juga ingin mewujudkan konektivitas akses Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan pelabuhan.

JTTS merupakan jaringan jalan tol sepanjang 2.818 km yang menghubungkan kota-kota di Pulau Sumatera, dari Lampung hingga Aceh.

"Keseluruhan dermaga eksisting Pelabuhan Panjang sepanjang 1.850 meter akan kami upayakan agar dapat menghasilkan output terbaik bagi perusahaan. Untuk diketahui, renovasi Dermaga A dan C menelan biaya Rp68 miliar," ungkap Drajat. (hlz/hlz)


Komentar