Minggu, 24 Juni 2018 | 22:07 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Freight/Cargo
Selasa, 29 Mei 2018 10:05

Perkuat Bisnis Logistik, Begini Strategi IPC Logistic

Ire Djafar
Supajo menyampaikan sambutan buka puasa bersama Forwami (Translogtoday/ire)

JAKARTA -

PT Multi Terminal Indonesia (MTI) atau IPC Logistic Services terus memantapkan kiprahnya di bidang logistik sejak terjun ke bisnis tersebut pada 2015. Perubahan mendasar dilakukan, mulai dari logo, visi, misi dan value perusahaan.

Langkah berikutnya yang dilakukan oleh anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC ini adalah menjalankan proyek percontohan pengembangan bisnis pada 2015 dengan membentuk cabang pertama di Surabaya.

"Kami melihat peluang pasar bisnis logistik di Pelabuhan Tanjung Perak dan Teluk Lamong serta kawasan lainnya di Jawa Timur," urai Direktur Operasi MTI Suparjo di sela-sela buka puasa bersama Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) di Jakarta, Senin (28/5/2018).

Secara berturut-turut, MTI kemudian mendirikan sejumlah cabang lainnya di Semarang, Banten, dan Jakarta (pemecahan SBU). Disusul pembukaan kantor perwakilan di Bali, Solo, Jogja, Pontianak, dan Palembang.

"Pembentukan cabang dan kantor perwakilan itu untuk mendukung kegiatan distribusi barang lintas provinsi/pulau yang diharapkan menambah nilai positif Pelindo II sebagai BUMN," kata Suparjo.

Dari sisi layanan, IPC Logistic Services menawarkan jasa International freight forwarding baik ekspor/impor, interinsuler/domestic, custom clearance, distribusi cargo, project cargo, dan special handling.

Layanan lainnya yakni Non Vessel Operating Common Carrier (NVOCC) dengan keagenan yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, China, Australia, dan sejumlah negara lain.

Lengkapi Fasilitas

Untuk mendukung bisnisnya, IPC Logistic Services memiliki gudang (warehouse) dan Distribution Center, baik gudang LCL maupun domestik, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan peralatan TI modern.

Gudang dan Distribution Center itu berada di area Pelabuhan Tanjung Priok sehinga distribusi barang dari pelabuhan ke consignee (pemilik barang) menjadi mudah dan lebih efisien.

IPC Logistic Services juga mengoperasikan TPFT CDC Banda sebagai tempat pemeriksaan fisik terpadu antara Bea Cukai dan Karantina. TPFT CDC Banda membuat pemeriksaan barang menjadi lebih efektif karena berada dalam satu lokasi.

Fasilitas lainnya berupa lapangan penumpukan maupun pelabuhan darat (dry port) yakni lapangan 215X dengan luas 20.000 meter persegi yang ditunjang peralatan bongkar muat andal serta CCTV untuk melayani jasa penumpukan dan lift on/off petikemas.

Lapangan Utep Pasoso (dry port) dan Lapangan 220X menangani angkutan petikemas dari Jakarta ke Surabaya maupun Bandung atau sebaliknya.

Halal Logistic dan Cold Storage

Untuk mendukung kebutuhan transportasi darat, IPC Logistic Services mengoperasikan ratusan unit armada seperti mobil trailer, box, dan box cooler yang dilengkapi dengan GPS (Global Posititioning System) agar pergerakan kendaraan bisa dipantau secara akurat.

Perseron juga mengoperasikan gudang seluas 3.600 m2 serta lapangan 12.000 m2 untuk Halal Logistic dan Cold Storage dengan didukung berbagai peralatan bongkar yang lengkap.

"Kami siap melayani penangan dan distribusi barang-barang konsumsi produk halal maupun kegiatan pelayanan reefer plug," kata Suparjo.

Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang di pelabuhan, IPC Logistic Services juga membentuk Unit Pengusahaan Alat.

Unit ini bergerak dalam bisnis peralatan bongkar muat, baik sebagai penyedia, pemeliharaan, perbaikan, maupun pemasok tenaga mekanik/operator yang ditawarkan kepada perusahaan swasta dan instansi pemerintah.

Perseroan juga mendukung program tol laut yang digagas pemerintah guna menekan disparitas harga barang, antara lain dengan mengoperasikan Gudang Penyimpanan Muatan Tol Laut di Pelabuhan Selat Lampa, Kepulauan Natuna.

Sejalan dengan prinsip kolaborasi bisnis yang digaungkan Pelindo II, IPC Logistic menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik sesama anak perusahaan dan cabang maupun sinergi dengan BUMN lain.

Di lingkungan anak perusahaan, kerja sama antara lain dengan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Rumah Sakit Pelabuhan (PT RSP), EDII, EPI, JICT, TPK Koja, dan NPCT 1. (hlz/hlz)


Komentar