Kamis, 16 Agustus 2018 | 09:14 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Penerbangan
Rabu, 30 Mei 2018 05:48

Pelaku Candaan Bom di Pesawat Bakal Ditindak Tegas

Translog Today
(istimewa)

JAKARTA -

Kementerian Perhubungan akan menindak tegas pelaku yang memberikan informasi palsu tentang bom di dalam pesawat. Informasi tentang adanya bom bukan bahan candaan, melainkan bentuk ancaman keamanan dan keselamatan penerbangan.

"Kemenhub akan menindak pelaku yang memberikan informasi palsu tentang bom. Ini merupakan ancaman terhadap keamanan dan keselamatan bagi kita semua. Pelaku candaan bom akan kami tuntut secara hukum," tegas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa (29/5/2018).

Dalam Pasal 437 ayat (1) UU No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan disebutkan bahwa penyampaian informasi palsu (bom) yang membahayakan keselamatan hingga mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda dapat dipidana penjara paling lama delapan tahun.

Menhub telah menerjunkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk bekerja sama dengan Kepolisian guna menindaklanjuti kejadian tersebut.

"Saya minta PPNS bekerja sama dengan Kepolisian untuk menindaklanjuti beberapa kejadian terkait informasi bom di bandara dan memprosesnya secara hukum. Kejadian ini mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit, setidak-tidaknya tertundanya jadwal penerbangan," ujar Budi Karya.

Menurut dia, tindakan hukum terhadap pelaku candaan bom akan memberikan efek jera. "Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak lagi bercanda mengenai bom. Bom bukan bahan untuk bercanda," tegas Menhub.

Sebelumnya, seorang penumpang Lion Air JT-687 tujuan Pontianak-Jakarta pada Senin (28/9/2018) membuat panik seluruh penumpang pesawat karena menyebut ada bom di tasnya. Akibat candaan itu, penumpang membuka jendela darurat pesawat dan jadwal penerbangan menjadi tertunda.

Pelaku yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat, itu langsung diamankan oleh Aviation Security (Avsec) Bandara Supadio.  (hlz/hlz)


Komentar