Rabu, 15 Agustus 2018 | 04:28 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Selasa, 05 Juni 2018 10:10

Temas & SITC Berjuang Bangun Direct Call ke Makassar dan Balikpapan

Aidikar M. Saidi
(repro/SITC)

JAKARTA -

Perusahaan pelayaran nasional PT Tempuran Emas (Temas) Tbk terus mendukung direct call TPK Makassar dan TPK Kaltim Kariangau Balikpapan, di tengah maraknya pelayaran internasional masuk ke pelabuhan Indonesia.

Pelayaran langsung atau direct call itu mulai masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Panjang Lampung, Palembang, Kaltim Kariangau Balikpapan, dan Makassar.

Untuk mendukung direct call Makassar, Temas kini membuka angkutan petikemas domestik rute Ambon-Makassar, Palu/Pantoloan-Makassar dan Papua-Makassar.

Adapun untuk direct call ke Terminal Peti Kemas (TPK) Kaltim Kariangau, Temas membuka rute Balikpapan-Samarinda dan Tarakan-Balikpapan.

Namun tidak semua pelabuhan berhasil mengumpulkan muatan transhipment ke Makassar dan ke Balikpapan.

"Ada sejumlah pelabuhan gagal mendapatkan pasar muatan transhipment ke Makassar dan Balikpapan karena mungkin kurang informasi," ujar Teddy Arief, Direktur Operasi Temas kepada Translogtoday.

Menurut dia, untuk meningkatkan pangsa muatan direct call itu butuh waktu dan tidak mudah, harus ada kebersamaan pelaku usaha logistik seperti perusahaan operator kapal direct call dan domestik serta pengelola pelabuhan.

Dalam merintis angkutan petikenas domestik, tutur Teddy, Temas melayani sejumlah pelabuhan yang tidak diminati oleh perusahaan pelayaran, antara lain rute Tanjung Priok-Dumai, Tanjung Priok-Malahayati, Tanjung Priok-Lhokseumawe, dan Tanjung Priok-Bengkulu-Padang.

"Rute yang tidak diminati itu ternyata bisa tumbuh dan lumayan ada peningkatan," ujarnya.

Kinerja Positif

Pelayaran langsung yang dibuka di TPK Kaltim Kariangau perlahan menunjukkan kinerja positif dari sisi volume muatan ekspor.

Setelah berjalan kurang lebih sebulan, tren pertumbuhan kargo kian meningkat. PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) mencatat 70 kontainer diangkut tiap pekan, dari semula hanya sekitar 20 kontainer.

"Memang masih belum optimal, tetapi sudah tumbuh signifikan. Kami yakin direct call akan terus berjalan," terang Direktur Utama PT KKT M. Basir, baru-baru ini.

Basir mencontohkan Pelabuhan Makassar butuh 2,5 tahun sejak pengapalan perdana untuk mencapai volume ekspor 3.000 kontainer per bulan lewat skema serupa.

Adapun TPK Kariangau, katanya, setidaknya butuh waktu 3 tahun untuk mencapai volume ekspor seperti di Pelabuhan Makassar.

Jamie Liu, Managing Director SITC Container Lines Co Ltd, sebagai mitra KKT untuk pelayaran internasional langsung, menilai pengembangan direct call membutuhkan perjuangan yang tak sebentar.

"Balikpapan perlu sedikit waktu lagi untuk mengumpulkan muatan terkumpul. Muatan bisa terkumpul dan kemudian baru direct call bisa jalan," ujarnya.

Potensi Jangka Panjang

Dari segi bisnis, geografis Balikpapan dinilai memiliki potensi jangka panjang dengan respons pasar luar dari layanan yang sudah berjalan. "Kami coba penetrasi hampir sebulan lebih dan hasilnya cukup bagus, tinggal kesiapan kargo saja," jelas Jamie.

Namun, dia mengatakan KKT masih perlu meningkatkan volume minimal mencapai 100 kontainer tiap pekan.

Kapal SITC umumnya berkapasitas 2.800 TEUs akan menunggu di Makassar sampai muatan mencukupi kembali. Artinya frekuensi kedatangan kapal akan disesuaikan dengan jumlah muatan yang ada.

"Direct call Balikpapan tetap akan kami lanjutkan. Kami sudah ada kantor dan tim di sana untuk terus bekerja melakukan penetrasi pasar ," jelasnya.

Jamie meminta operator pelabuhan terus menjalin komunikasi terkait kerja sama dengan para pelaku bisnis, eksportir, feeder, pergudangan maupun importir untuk memanfaatkan Balikpapan sebagai pintu pengapalan ekspor untuk wilayah Kaltim dan Kaltara.

"Sejauh ini kami lihat sisi pengoperasian terminal KKT sudah sangat siap. Tidak ada masalah," jelasnya.

Balikpapan ditargetkan menjadi pintu ekspor atau transhipment untuk wilayah Kaltim dan Kaltara. Aktivitas pengiriman barang masuk dari daerah akan didukung kapal feeder.

Guna melayani pengantaran komoditas ekspor lokal, SITC menggunakan Makassar sebagai pintu masuk dan Balikpapan sebagai pintu keluar. Kapal kemudian akan mengambil rute Ningbo, menuju Shanghai, yang menjadi hub perdagangan internasional.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat menilai direct call akan memberikan kontribusi positif bagi kinerja ekspor di Kaltim.

Kurs dolar Amerika Serikat yang menembus level Rp14.000, menurut dia, membuka kesempatan bagi para eksportir lokal memacu ekspor mereka. "Ini wajib dimanfaatkan pengusaha lokal," jelasnya

Badan Pusat Statistik mencatat ekspor Kaltim pada Maret 2018 mencapai US$1,7 miliar atau meningkat 21,74% dibandingkan dengan total ekspor bulan sebelumnya. (hlz/hlz)


Komentar