Rabu, 15 Agustus 2018 | 04:28 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Rabu, 06 Juni 2018 22:19

Pelabuhan Pontianak Antisipasi Kepadatan CY akibat Libur Panjang Lebaran

Aidikar M. Saidi

PONTIANAK - Sedikitnya 6.000 petikemas dari Jakarta segera memadati Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat, karena kapal tetap beroperasi selama libur panjang Lebaran tahun ini.

Namun delivery di Terminal Peti Kemas (TPK) terbesar di Kalbar itu dipastikan terhenti sebab gudang di luar pelabuhan ditutup selama sepekan, mulai 8- 9 hingga 25 Juni 2018.

Sebagai antisipasi, Usaha Terminal (Uster) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pontianak sejak 1 Juni 2018 mulai mengeluarkan 1.000 boks petikemas empty milik main line operator (MLO) yang tertimbun lama di container yard (CY) guna mengurangi kepadatan.

"Langkah ini sebagai solusi untuk mengosongkan CY agar bisa menampung petikemas bongkaran dari kapal," ujar Hendri Purnomo, Manager Area IPC TPK Cabang Pontianak kepada Translogtoday, Rabu (6/6/2018).

IPC TPK Pontianak juga mengimbau perusahaan pelayaran agar tidak menimbun petikemas empty yang dibongkar dari kapal atau metu yang akan dimuat ke kapal.

"Pelayaran diimbau untuk empty eks-delivery tidak ditimbun di pelabuhan, tapi dibawa ke depo dan bila akan dimuat kepal metu baru diangkut ke pelabuhan," ujarnya.

Hendri mengatakan, saat libur panjang Jumat-Minggu pekan lalu saja yard occupancy ratio (YOR) mencapai 72% dan turun menjadi 55% pada Rabu (6/62018).

"Jadi bisa dibayangkan nanti libur panjang sepekan sudah dipastikan delivery akan kosong sehingga mengancam stagnasi bila tidak diantisipasi dengan mengosongkan CY," ungkapnya.

Saat ini, lanjut Hendri, sejumlah perusahaan pelayaran sudah memiliki depo di luar pelabuhan, seperti PT Tempuran Emas (Temas) Tbk, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), dan PT Indo Container Line (ICON).

Dengan solusi itu, dia berharap bisa mengurangi kepadatan selama liburan panjang dan rentetan bisa makan waktu lama.

Berdasarkan data terakhir, setiap bulan sekitar 23.000 petikemas yang dibongkar dan dimuat di Pelabuhan Pontianak. Selama libur diprediksikan sekitar 6.000 boks petikemas masuk ke Pontianak dari Jakarta.

Info dari kalangan pelayaran menyebutkan, mereka tidak bisa menahan muatan dari Jakarta karena biaya penimbunan barang di Tanjung Priok sangat tinggi akibat penerapan tarif progresif, sehingga lebih baik menimbun petikemas di Pelabuhan Pontianak. (hlz/hlz)


Komentar