Senin, 22 Oktober 2018 | 13:31 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / CSR
Kamis, 07 Juni 2018 11:00

Pelindo II Cabang Tanjung Priok Buka Bersama Yatim Piatu dan TKBM

Ire Djafar
(Translogtoday)

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) Cabang Pelabuhan Tanjung Priok mengajak anak yakim piatu dan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) berbuka puasa bersama guna merekat tali silaturahmi dan saling berbagi.

Acara buka bersama dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 500 orang anak yatim piatu di Jakarta Utara dan TKBM Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

General Manager Pelabuhan Tanjung Priok Mulyadi mengatakan, kegiatan kali ini mengangkat tema "Ramadhan Merekatkan Cinta Insan Pelabuhan dalam Meraih Kemenangan", yang dimaksudkan sebagai ajang membangun silaturahmi dan kebersamaan antara direksi, komisaris, pengguna jasa, dan masyarakat di lingkungan pelabuhan.

Selain buka bersama dan santunan anak yatim, pengelola Pelabuhan Tanjung Priok selama bulan puasa ini juga telah memberikan santunan kepada kaum dhuafa dan bantuan ke sejumlah masjid yang berada di Jakarta Utara.

"Acara buka bersama merupakan bagian tak terpisahkan dari agenda Safari Ramadhan yang dilakukan direksi di cabang-cabang pelabuhan lingkungan Pelindo II," papar Mulyadi.

Dalam kesempatan tersebut, Mulyadi mengatakan sebagai penyedia layanan bongkar muat, Pelindo II Tanjung Priok berkomitmen untuk meningkatkan kelancaran arus barang.

Selain direksi, komisaris dan karyawan Pelindo II, acara buka bersama dihadiri Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Polres Pelabuhan, Karantina, Syahbandar, Bea Cukai serta asosiasi-asosiasi pengguna jasa di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam tausiyah menjelang buka puasa dalam acara tersebut, Ustadz Moh Arifin menyatakan hikmah terbesar Ramadhan adalah memperkuat hubungan dengan Allah dan juga manusia.

Dia mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan silaturahmi dan kepedulian terhadap sesama, serta memanfaatkan momentum Ramadhan untuk berbuat kebaikan sebanyak mungkin. (hlz/hlz)


Komentar