Minggu, 24 Juni 2018 | 21:53 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Penerbangan
Sabtu, 09 Juni 2018 21:25

Hebat! Lion Air, Batik Air, Garuda Indonesia Capai Tingkat Keselamatan Tertinggi

Hery Lazuardi
(Harnas/repro)

JAKARTA -

Tiga maskapai besar Indonesia, yakni Lion Air, Batik Air, dan Garuda Indonesia, berhasil mencapai tingkat keselamatan penerbangan tertinggi setelah Indonesia lulus dari audit internasional.

Peringkat keselamatan ketiga maskapai itu dinaikkan hingga ke level paling atas atau tujuh bintang oleh lembaga pemeringkat global AirlineRatings.com.

Peningkatan itu merupakan hasil audit terbaru dari kepatuhan Indonesia terhadap delapan kategori dalam Program Audit Keselamatan Global (USOAP) dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). 

Kategori ini termasuk operasi, kelaikan udara, investigasi kecelakaan, aerodrome, organisasi, legislasi, layanan navigasi udara, dan perizinan. ICAO adalah badan internasional yang mengatur penerbangan komersial.

Menurut AirlinesRatings.com, ketiga maskapai ini juga telah menyelesaikan Audit Keselamatan Operasional Asosiasi Angkutan Udara Internasional (IOSA) yang dilakukan setiap dua tahun.

Lion Air dan Batik Air yang berada di bawah bendera Lion Air Group mewakili maskapai swasta nasional yang berhasil meraih tingkat keselamatan tujuh bintang.


Sistem peringkat keselamatan AirlineRatings.com tidak mengaudit pelatihan pilot karena ini tercakup di bawah IOSA. Pada 2017, tingkat kecelakaan semua maskapai penerbangan yang terdaftar di IOSA hampir empat kali lebih baik daripada penerbangan non-IOSA (0,56 vs 2,17) dan hampir tiga kali lebih baik selama periode 2012-2016.

Semua maskapai penerbangan anggota IATA diminta mempertahankan peringkat IOSA mereka. Saat ini ada 423 maskapai penerbangan yang terdaftar di IOSA, sekitar 142 maskapai anggota non-IATA.

Selama beberapa tahun ke depan, IOSA akan menjalani transformasi digital yang memungkinkan maskapai anggota IOSA membandingkan kinerjanya. 

Dalam jangka panjang, transformasi digital akan membantu memfokuskan audit pada area dengan tingkat risiko keselamatan tertinggi.

Batik Air telah lulus sertifikasi IATA Safety and Security Assessment (ISSA) pada 2015, lulus sertifikasi IATA Operation Safety Audit (IOSA) 2016, berhasil menjadi member International Air Transport Association (IATA) 2018, dan lulus perpanjangan sertifikasi IOSA 2018.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan, Lion Air dan Batik Air telah mendapatkan izin terbang ke Benua Eropa setelah terbebas dari EU Banned Airlines List. 

Pencabutan larangan terbang Uni Eropa berdasarkan keputusan pakar penerbangan 28 negara anggota Uni Eropa yang terlibat pada pembahasan EU Air Safety Committee (ASC). Penilaian juga mengacu standar ICAO.

“Artinya, tingkat keselamatan dan keamanan penerbangan Lion Air dan Batik Air sudah diakui dunia. Tahun ini sedang diproses lagi audit IOSA kedua untuk Batik Air," kata Edward. (hlz/hlz)


Komentar