Kamis, 22 November 2018 | 18:03 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 28 Juni 2018 10:49

IMLOW Apresiasi Pelabuhan Tanjung Priok Dihapus dari Daftar War Risk

Translog Today
Sekjen IMLOW Achmad Ridwan Tento

JAKARTA -

Indonesia Maritime, Logistik and Transportation Watch (IMLOW) mengapresiasi langkah Joint War Committee (JWC) yang menghapus Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dari daftar hitam pelabuhan berisiko perang (war risk).

Dalam rilisnya pada 14 Juni 2018, JWC menyatakan Pelabuhan Tanjung Priok aman untuk kegiatan pelayaran internasional.

JWC merupakan lembaga non-pemerintah berbasis di London yang terdiri dari wakil-wakil Lloyds of London Market dan International Underwriting Association (IUA). Lembaga ini masih memasukan Pelabuhan Tanjung Priok ke dalam daftar pelabuhan berisiko perang dalam rilis terakhirnya pada September 2017.

"Tentu kita apresiasi. Hal ini berkat desakan dan upaya semua pihak termasuk pemerintah dan Kemenhub agar Pelabuhan Tanjung Priok dihapuskan dalam daftar hitam JWC itu. Lagipula faktanya Tanjung Priok aman-aman saja kok selama ini," ungkap Sekjen IMLOW Achmad Ridwan Tento, Kamis (28/6/2018).

Selama ini, kata Ridwan, dimasukannya Pelabuhan Tanjung Priok ke dalam daftar war riskJWC berdampak pada biaya tambahan premi asuransi yang dibebankan kepada pemilik kapal sehingga menjadikan pelabuhan tersibuk di Indonesia itu tidak kompetitif.

Mengada-ada 

Sebelumnya, IMLOW juga memprotes JWC agar menghapus Pelabuhan Tanjung Priok dari daftar war risklantaran penilaian itu tidak sesuai dengan fakta lapangan dan mengada-ngada.

Menurut Ridwan, selama ini ada perbedaan definisi piracy antara yang menjadi patokan International Maritime Organization (IMO) selaku organisasi maritim dunia di bawah PBB dengan Internasional Maritime Beurau (IMB). 

"Regulasi IMO selama ini berpatokan kepada United Nation Convention On The Law Of The Sea (UNCLOS), sedangkan IMB itu merupakan swasta dibawah International Chamber of Commerce (ICC)," jelas Ridwan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub R. Agus H. Purnomo menyatakan, dalam daftar pelabuhan berisiko perang (war risk) yang dikeluarkan oleh JWC pada 14 Juni 2018, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta telah sudah dihapus. 

Hal ini, menurut dia, menunjukan kepercayaan dunia bahwa Indonesia, khususnya Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, aman bagi pelayaran.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras dan usaha kita semua akhirnya Pelabuhan Tanjung Priok bisa dihapuskan dalam rilis war risk JWC tersebut. Ini menunjukan kepercayaan dunia pelayaran terutama dunia pelayaran internasional terhadap Pelabuhan Tanjung Priok," kata Dirjen Agus dalam siaran pers.

Dia juga sangat menyesali Pelabuhan Tanjung Priok dimasukan ke dalam rilis war risk sebelumnya karena selama ini tidak ada gangguan keamanan di Tanjung Priok yang terjadi dan menyita perhatian dunia, khususnya pelaku usaha di bidang maritim.

"Kami melayangkan protes kepada JWC dengan menyampaikan data dan fakta bahwa Pelabuhan Tanjung Priok itu aman dan akhirnya protes kami membuahkan hasil sehingga Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dikeluarkan dari rilis war risknya JWC," kata Agus. (hl) (hlz/hlz)


Komentar