Selasa, 25 September 2018 | 10:36 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Kereta Api
Jumat, 29 Juni 2018 09:35

'LRT Palembang Hanya Manjakan Orang Kaya dan Boroskan Anggaran'

Translog Today
Bambang Haryo (kedua kanan) saat meninjau LRT Palembang (istimewa)

JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai proyek light rail transit (LRT) di Palembang hanya memanjakan masyarakat menengah ke atas dan memboroskan anggaran negara karena biayanya sangat besar tetapi tidak bisa dimanfaatkan rakyat kecil.

Menurut dia, LRT Palembang hanya terkoneksi ke bandara setempat dan pusat perbelanjaan, tidak terkoneksi dengan angkutan publik massal, seperti terminal, pelabuhan, dan stasiun kereta api.

"Masyarakat kecil sulit mengakses LRT itu sebab tujuannya hanya ke bandara yang biasa dimanfaatkan oleh orang-orang kaya. Jadi, ini angkutan untuk memanjakan orang kaya, mensubsidi orang kaya. Tentu saja tidak tepat sasaran, sebab subsidi hanya untuk orang miskin," tegas Bambang, Kamis (28/6/2018).

Dia mengungkapkan proyek LRT yang rencananya diresmikan Presiden Joko Widodo pada 15 Juli itu telah menelan biaya Rp10,9 triliun. Bahkan, anggarannya ditambah lagi Rp126 miliar untuk kebutuhan operasional selama enam bulan ke depan.  

Untuk mengoperasikan LRT, tutur anggota Fraksi Gerindra ini, dibutuhkan energi listrik yang besar. Sembilan gardu dioperasikan untuk menyuplai kebutuhan 4,3 juta volt ampere. Biaya listriknya sekitar Rp80 juta per jam atau Rp1,6 miliar per hari dengan generator solar bersubsidi.

"Saya menoiak subsidi ini karena salah sasaran," tegas Bambang yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI dan telah meninjau langsung LRT Palembang pada 25 Juni lalu.

Padahal, menurut dia, apabila proyek tersebut dikonversi untuk pengadaan rangkaian kereta api, pemerintah bisa membeli 1.200 gerbong penumpang dan 3.600 gerbong barang.

"Bila rangkaian kereta sebanyak itu disebar ke seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan transportasi massal, betapa hebatnya Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pasti tumbuh pesat," katanya.

Apalagi, lanjut Bambang, bila anggaran sebesar itu dimanfaatkan untuk pengadaan bus dan truk pengangkut penumpang maupun barang, semakin banyak angkutan umum yang bisa dibeli dan sebar ke seluruh daerah. (hlz/hlz)


Komentar