Selasa, 25 September 2018 | 11:02 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Sabtu, 30 Juni 2018 10:57

Bank Dunia Pinjamkan Lagi US$300 Juta ke Indonesia untuk Reformasi Logistik Maritim

Translog Today
(MTI)

JAKARTA -

Bank Dunia menyetujui pinjaman baru senilai US$300 juta kepada Indonesia untuk melakukan reformasi dalam upaya menekan biaya sekaligus meningkatkan keandalan logistik maritim.

Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia dan Timor-Leste Rodrigo A. Chaves mengatakan, pinjaman ini merupakan bagian dari Second Indonesia Logistics Reform Development Policy Loan (DPL).

Logistics DPL tahap kedua itu dibuat berdasarkan reformasi yang dicapai pada tahap pertama yang disetujui pada November 2016 untuk mengatasi hambatan dalam pergerakan barang di dalam dan keluar perbatasan Indonesia.

Reformasi pada Logistics DPL pertama berhasil mempercepat beberapa proyek pelabuhan baru dengan partisipasi sektor swasta yang lebih besar, mendorong masuknya operator di pasar logistik, serta mengurangi waktu dan biaya proses perdagangan.

"Logistik maritim yang efisien penting bagi pertumbuhan yang lebih tinggi di sektor manufaktur, pertanian, dan jasa," kata Chaves dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Dia mengatakan sistem logistik yang lebih baik akan meningkatkan daya saing dan membantu mengurangi tingkat kemiskinan karena dapat menurunkan harga barang dan jasa di daerah pelosok, terutama di kawasan timur Indonesia.

Hambat Daya Saing 

Saat ini, tutur Chavez, pengoperasian pelabuhan yang tidak efisien, pasar layanan logistik yang tidak kompetitif serta prosedur perdagangan yang panjang telah menghambat daya saing Indonesia.

“Pelabuhan juga sering dianggap menjadi titik penghambat dalam rantai logistik Indonesia karena infrastruktur yang terbatas, regulasi yang minim, dan produktivitas yang rendah,” ujarnya.

Berbagai hambatan tersebut berkontribusi pada biaya logistik lebih tinggi bagi sektor manufaktur Indonesia dibandingkan dengan Thailand dan Vietnam.

Hambatan serupa ikut menekan kinerja logistik Indonesia dibandingkan dengan negara-negara di kawasan, seperti yang terukur dalam World Bank’s Logistics Performance Index.

Menurut Senior Economist Bank Dunia Massimiliano Cali, proyek tersebut bisa membantu Indonesia, yang merupakan negara kepulauan terbesar dengan 17.000 pulau, memiliki rantai logistik yang panjang dan terfragmentasi.

"Proyek ini akan membantu Indonesia mengatasi beberapa hambatan utama di berbagai titik rantai persediaan,"kata Cali.

Adapun fokus utama proyek ini yakni memperkuat tatakelola dan operasional pelabuhan, menumbuhkan lingkungan usaha yang kompetetif bagi penyedia layanan logistik, serta membuat proses perdagangan menjadi lebih efisien dan transparan. (hlz/hlz)


Komentar