Rabu, 14 November 2018 | 15:31 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Angkutan Darat
Selasa, 03 Juli 2018 23:18

Pelabuhan Penumpang Harus Steril, Segera Terapkan Sistem Tertutup!

Translog Today

JAKARTA -

Pemerintah diminta segera melakukan sterilisasi pelabuhan penumpang dengan menerapkan sistem tertutup, guna mencegah masuknya orang yang tidak berkepentingan dan barang berbahaya.

Menurut Ketua DPC Indonesia National Shipowners Association (INSA) Palembang Kurmin Halim, sudah saatnya pelabuhan penumpang menerapkan sistem tertutup, seperti yang sudah diterapkan di bandara dan stasiun kereta api, agar kenyamanan dan keselamatan angkutan terjamin.

“Satu-satunya angkutan penumpang yang belum rapi saat ini adalah angkutan laut, sungai, danau dan penyeberangan. Pelabuhannya masih bersifat terbuka sehingga semua orang bisa berada di atas dermaga, bahkan masuk ke dalam kapal tanpa tiket,” katanya, Selasa (3/7/2018). 

Akibatnya, lanjut Kurmin, apabila terjadi musibah maka data manifest penumpang tidak pernah akan sama dengan kondisi sebenarnya. Masalah seperti ini terjadi pada KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, beberapa waktu lalu.

“Semua orang bisa masuk ke dalam kapal, bayar di atas kapal seperti naik angkot, sehingga semua penumpang yang naik tidak akan sesuai dengan manifest. Kalau ini tidak dibenahi, sampai mati pun (pelabuhan penumpang) tidak bisa rapi,” ungkapnya.

Kurmin mengatakan pelabuhan penumpang seharusnya seperti bandara dan stasiun kereta api yang sudah steril, siapa pun calon penumpang pesawat atau kereta api harus memiliki tiket dan melalui autogate. Dengan demikian, setiap penumpang tercatat di manifest dan tidak akan terjadi kelebihan penumpang.

“Saya menilai kebijakan Pak Jonan (mantan Dirut PT KAI Ignasius Jonan) saat membenahi kereta api sangat bagus. Dulu KA juga berantakan tapi sekarang sudah rapi seperti di luar negeri. Masuk stasiun harus punya tiket, lewat autogate dan sebagainya. Masyarakat mau naik KA karena aman dan nyaman,” ujar Kurmin.

Menurut dia, pemerintah harus ada kemauan dan solusi komprehensif untuk membenahi angkutan sungai, danau dan penyeberangan. Menteri Perhubungan, misalnya, perlu membuat instruksi tertulis kepada Pelindo dan ASDP agar menerapkan sistem tertutup di semua pelabuhannya. 

“Kalau semua pelabuhan kapal penumpang steril, yakin dalam 1-2 tahun akan rapi,” kata Kurmin, yang sudah bergelut di bisnis kapal penumpang sejak 28 tahun lalu. Dia juga tidak sependapat dengan rencana pemerintah melibatkan warga lokal dalam mengelola pelabuhan. 

Tanggapan Gapasdap

Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap)Khoiri Soetomo saat dihubungi terpisah.

Dia mengatakan, pelabuhan penyeberangan harus memperhatikan fungsi keselamatan, dimana ada proses sterilisasi, yakni siapa yang boleh masuk sebagai penumpang resmi dan sebagai pengantar atau kru, agar semua jelas dan semakin tertib seperti di angkutan penerbangan. 

“Barang bawaan penumpang yang akan masuk kapal harus terjamin tidak mengandung unsur barang berbahaya dan mudah terbakar. Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk demi keamanan dan keselamatan angkutan penyeberangan,” ujar Khoiri.

Oleh karena itu, dia mempertanyakan rencana Kementerian Perhubungan merekrut warga lokal untuk ikut mengelola pelabuhan penyeberangan. “Saya masih belum jelas akan seperti apa kalau warga secara langsung dilibatkan ikut campur mengelola pelabuhan secara perorangan,” lanjutnya.

Menurut Khoiri, tanpa diminta pun sebenarnya di era teknologi informasi yang sedemikian pesat saat ini masyarakat telah mengawasi dan memviralkan setiap informasi yang mereka lihat. 

“Hampir semua kejadian selalu difoto, divideokan dan disebar ke media sosial melalui smartphonemereka. Ada sedikit layanan yang mereka kurang puas juga segera tersebar ke mana-mana,” katanya.

Dia memandang positif fenomena tersebut karena merupakan pengawasan langsung dari salah satu stakeholderterpenting, yaitu pelanggan. 

“Mereka juga merupakan stakeholderutama dalam keselamatan angkutan penyeberangan. Harapan kami semua stakeholdermenyadari bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama baik regulator, operator maupun penumpan,” ungkap Khoiri. (hlz/hlz)


Komentar