Jumat, 20 Juli 2018 | 11:57 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Kamis, 05 Juli 2018 09:20

Kapal Barang Tanpa Klas, Kok KM Lestari Maju Bisa Berlayar Angkut Penumpang?

Translog Today
KM Lestari Maju saat kandas di perairan Selayar

JAKARTA -

Kementerian Perhubungan dan Kepolisian harus mengusut tuntas kecelakaan KM Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, pada 3 Juli lalu sebab ada indikasi pelanggaran serius dalam peristiwa tragis tersebut.

Pasalnya, sesuai data Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), kapal dengan nomor IMO 8720541 itu disebutkan sebagai kapal barang dengan status Withdrawn. Artinya, KM Lestari Maju sudah tidak punya klas (ditarik statusnya) sehingga dilarang berlayar.

Menjadi pertanyaan bagaimana kapal barang tersebut diizinkan berlayar, bahkan mengangkut penumpang. Kemungkinan kapal itu berasal dari landing craft tank (LCT) yang dimodifikasi menjadi kapal penumpang.

Pelanggaran lain adalah kapal diduga keras melebihi kapasitas. Dalam manifest, jumlah penumpang KM Lestari Maju dilaporkan sebanyak 139 orang dan 18 kendaraan. Padahal, jumlah korban yang dievakuasi saat kecelakaan mencapai 190 orang.

Karena kapal barang, layout dan alat keselamatan kapal tersebut tentunya akan berbeda dengan kapal penumpang. Dari foto-foto yang beredar terlihat bahwa KM Lestari Maju tidak memiliki life graftdan sekoci penolong. Penumpang hanya mengandalkan jaket pelampung.

Dengan berbagai pelanggaran fatal itu maka patut juga dipertanyakan kecakapan awak kapalnya, apakah sudah tersertifikasi dan sebagainya. 

Oleh karena itu, pemerintah khususnya Kemenhub harus bertanggung jawab menjelaskan kepada publik dan segera membenahi angkutan penyeberangan. Sebab, penyeberangan ini adalah angkutan super-massal sekaligus infrastruktur pengganti jembatan yang melayani rakyat kecil ke pelosok negeri.

Menjadi sangat ironis ketika pemerintah gencar membangun jalan tol dan bandar udara mentereng, sedangkan angkutan rakyat jelata terus ditimpa musibah. Rakyat butuh jaminan keselamatan yang sesungguhnya, bukan sekadar ungkapan duka cita! (hl) (hlz/hlz)


Komentar