Jumat, 20 Juli 2018 | 11:58 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 05 Juli 2018 15:16

Pelindo III Mulai Bangun Dermaga Kapal Pesiar dan Petikemas di Terminal Gilimas

Ayu Puji
(Pelindo III)

SURABAYA -

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) memulai pengembangan terminal multifungsi (multipurpose terminal) untuk layanan kapal pesiar dan kapal petikemas di Terminal Gilimas, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dengan investasi Rp1,3 triliun. 

Terminal Gilimas dibangun sebagai pengembangan Pelabuhan Lembar yang mulai padat seiring dengan perkembangan ekonomi dan pariwisata di Lombok. 

“Pelindo III membangun Terminal Gilimas dengan proyeksi agar siap mengakomodasi kebutuhan di masa depan. Proyek ini juga menandakan perekonomian NTB tumbuh positif dan menjadi pintu gerbang pariwisata internasional," kata CEO Pelindo III Ari Askhara saat groundbreaking proyek tersebut, Kamis (5/7/2018).

Menurut dia, tren bobot (ukuran) kapal pesiar internasional yang semakin besar dan membawa ribuan wisatawan perlu diantisipasi dengan menyiapkan infrastruktur yang memadai. 

Dermaga yang akan dibangun sepanjang 440 meter dan lebar 26 meter dengan kedalaman kolam pelabuhan yang mencapai -14 meter LWS (low water spring). 

Fasilitas ini siap disandari cruise sepanjang 400 meter yang mampu membawa 4.000 penumpang, ataupun dua cruise sekaligus berukuran lebih kecil. Adapun Terminal Penumpang Modern Gilimas dirancang berkapasitas sekitar 1.500 orang.

Ari menambahkan pembangunan Terminal Gilimas oleh Pelindo III memperpanjang momentum kebangkitan pariwisata Lombok, setelah Presiden Joko Widodo meresmikan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika beberapa waktu lalu. 

Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat menambahkan, pada tahap awal, dermaga akan terintegrasi dengan fasilitas lapangan penumpukan petikemas seluas 6,27 hektare dan pada pengembangan berikutnya bisa menampung hingga 200.000 TEUs. 

"Terminal Gilimas akan meningkatkan posisi strategis Pelabuhan Lembar sebagai gerbang logistik utama di Pulau Lombok. Fasilitas ini diharapkan meningkatkan efisiensi sehingga dapat menekan harga barang dan memperlancar distribusi komoditas dari Lombok dan sekitarnya," ujar Faruq. (hlz/hlz)


Komentar