Jumat, 20 Juli 2018 | 11:59 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Bandara
Minggu, 08 Juli 2018 13:44

AP II Kembangkan Bandara Notohadinegoro Jember

Translog Today
MoU pengembangan Bandara Notohadinegoro Jember (AP II)

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) dan Pemerintah Kabupaten Jember akan mengembangkan Bandara Notohadinegoro di Jember, Jawa Timur.

Kerja sama itu dituangkan ke dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Pemanfaatan Aset Milik PTPN XII dan/atau Barang Milik Daerah Kabupaten Jember Untuk Pembangunan, Pengembangan dan/atau Pengusahaan Bandara Notohadinegoro.

MoU ditandatangani oleh Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin, Bupati Jember Faida, dan Direktur Utama PTPN XII Berlino Mahendra Santosa, yang disaksikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dan Direktur Holding PTPN M. Cholidi, Sabtu (7/7/2018).

Melalui kerja sama ini, para pihak akan mengembangkan rute, frekuensi, dan kualitas penerbangan di Bandara Notohadinegoro untuk mendukung perekonomian, perdagangan dan pariwisata serta memperluas konektivitas udara bagi masyarakat Jember dan sekitarnya.

MoU itu antara lain meliputi penyediaan lahan sesuai kebutuhan master plan Bandara Notohadinegoro, pemberian rekomendasi dan/atau penerbitan perda terkait keamanan dan keselamatan penerbangan, serta pengembangan dan/atau pengusahaan sisi udara dan darat Bandara Notohadinegoro.

Selain itu, penyediaan infrastruktur dan/atau aksesibilitas Bandara Notohadinegoro, penghijauan lingkungan di sekitar bandara, serta pembebasan bandara dari obstacle untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan.

"Seluruh poin yang disepakati dalam MoU akan didetailkan lebih lanjut dalam Perjanjian Kerjasama (PKS), khususnya dalam aspek pengembangan seluruh infrastruktur bandara dimana kami berencana melakukan investasi di Bandara Notohadinegoro sekitar Rp200 miliar," ungkap Awaluddin.

Rencana pengembangan Bandara Notohadinegoro, antara lain perpanjangan landas pacu atau runway dari eksisting 1.645 m x 30m menjadi 2.250 m x 45 m dan pengembangan terminal penumpang dari 618 m2 menjadi 1.800 m2.

"Rencana ini untuk mengakomodasi penerbangan Boeing 737 series serta potensi untuk melayani sekitar 300.000 penumpang per tahun," kata Awaluddin.

AP II berencana mendesain ulang terminal Bandara Notohadinegoro menjadi lebih modern. Bandara ini akan dioperasikan melalui konsep Multi Airport System bersama dengan Bandara Banyuwangi.

Dengan demikian, kedua bandara di Jatim itu dapat saling mem-backup ketika terjadi sesuatu yang menyebabkan salah satu bandara tutup.

Bandara Banyuwangi mengusung konsep tourism airport, sedangkan Bandara Notohadinegoro nantinya digunakan untuk penerbangan haji dan umrah.
(hlz/hlz)


Komentar