Minggu, 23 September 2018 | 05:48 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 12 Juli 2018 15:31

IPC Kantongi Konsesi Terminal Kijing Selama 69 Tahun

Ire Djafar
(IPC)

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC dan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Kelas II Pontianak menandatangani Perjanjian Konsesi Pembangunan dan Pengusahaan Jasa Kepelabuhanan Terminal Kijing, Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat. 

Perjanjian konsesi berjangka waktu 69 tahun itu diteken oleh Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya dan Kepala KSOP Kelas II Pontianak Bintang Novi di kantor Kemenhub, Kamis (12/7/2018), disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Pencanangan pembangunan Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalbar, sudah dilakukan pada April 2018. Dengan perjanjian ini, selanjutnya dilakukan penerbitan izin pembangunan dari Kemenhub. Dengan adanya izin ini, IPC dapat memulai pembangunan fisik berupa pemasangan tiang pancang baik di darat maupun di laut,” kata Elvyn.

Sambil menunggu penandatanganan perjanjian konsesi, tuturnya, IPC telah melakukan pekerjaan pembersihan lahan dan melakukan soil investigation survey yang disiapkan untuk pemasangan tiang pancang tersebut.

Pemerintah menugaskan IPC untuk membangun dan melaksanakan pengusahaan Jasa Kepelabuhanan Terminal Kijing berdasarkan Perpres Nomor 43 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat.

Ruang lingkup perjanjian konsesi ini meliputi pemberian hak kepada IPC untuk melakukan pembangunan dan pengusahaan jasa kepelabuhanan, termasuk pengembangan terminal beserta fasilitas pendukungnya sesuai dengan tahapan pembangunan di area konsesi.

Selain itu, penetapan segmen dan objek perjanjian konsesi; pelaksanaan penyusunan dan pungutan tarif jasa kepelabuhanan di Terminal Kijing; pembayaran pendapatan konsesi dan penyerahan aset dari IPC kepada KSOP Kelas II Pontianak.

Untuk pembangunan Terminal Kijing, IPC menunjuk PT Wijaya Karya Tbk (Wika) sebagai pelaksana dengan nilai proyek Rp2,74 triliun. Wika akan melaksanakan pembangunan terminal dari sisi konstruksi dermaga laut, port management area, jembatan penghubung, lapangan peti kemas dan fasilitas lainnya. 

Teminal Kijing dikembangkan dengan konsep digital port yang dilengkapi peralatan bongkar muat modern. Sejak awal, Terminal Kijing dirancang untuk memfasilitasi kegiatan bongkar muat kapal-kapal besar. 

Sebagai salah satu proyek strategis nasional, Terminal Kijing akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan. Keberadaannya akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalbar. (hlz/hlz)


Komentar