Senin, 22 Oktober 2018 | 16:28 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Jumat, 13 Juli 2018 15:15

IPCC Operasikan Car Terminal di Pelabuhan Makassar dan Samarinda

Translog Today
(IPCC)

MAKASSAR -

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC, bekerja sama dengan PT Pelindo IV (Persero) akan mengoperasikan car terminal di Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Samarinda.

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kerja sama tersebut dilakukan oleh Direktur Utama IPCC Chiefy Adi K. dan Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelindo IV Farid Padang di Makassar, Jumat (13/7/2018).

Acara disaksikan oleh Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung, Direktur Operasi dan Komersial Riman S. Duyo, dan Direktur SDM dan Umum M. Asyahari. Adapun dari IPCC turut hadir Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Arif Isnawan

Chiefy mengungkapkan, kerja sama itu untuk merealisasikan potensi bisnis penyediaan jasa pengelolaan terminal kendaraan bertaraf internasional, khususnya penanganan bongkar muat kendaraan, alat berat, suku cadang, dan lainnya di kawasan timur Indonesia.

“Kerja sama ini diharapkan memperlancar distribusi nasional dan efektivitas biaya logistik nasional. Semangat kerja sama ini adalah saling percaya, saling pengertian, saling menghormat, dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Dalam kata sambutannya, Farid Padang mengatakan kerja sama pertama dengan IPCC ini dimulai dari Pelabuhan Makasar dan Pelabuhan Samarinda, yang dinilai sebagai lokasi strategis.

“Kedua pelabuhan terletak di jalur pelayaran internasional dengan salah satu rute tersibuk di KTI serta telah dikembangkan sebagai kawasan industri, transhipment dan pariwisata, yang mana kebutuhan terhadap otomotif dan alat berat dipastikan melalui pelabuhan-pelabuhan itu,” ungkapnya. 

Untuk itu, lanjut Farid, terminal khusus kendaraan menjadi keharusan dalam menunjang kelancaran pelayanan kepelabuhan secara umum. Apalagi, pasar pendistribusian alat berat di Indonesia cukup besar seiring dengan perkembangan industri pertambangan dan pembangunan infrastuktur.

Prospek Cerah

Sementara itu, Doso Agung mengungkapkan prospek bisnis terminal kendaraan cukup cerah sebab wilayah Pelindo IV meliputi lebih dari 50% wilayah Indonesia yang mengoperasikan 24 cabang pelabuhan. 

“Potensi bongkar muat alat berat di wilayah Sulawesi dan Kalimantan juga cukup tinggi dikarenakan sedang berkembangnya industri tambang dan industri lainnya,” kata Doso. 

Dia juga berharap dapat menghadirkan direct shipment untuk impor kendaraan dan alat berat dalam waktu dekat sehingga bisa menekan harga jual kendaraan di KTI.

Dalam kerja sama tersebut, IPCC menjamin pengoperasian car terminal di Pelabuhan Makassar dan Samarinda, karena bisnis yang dijalankan perseroan tidak hanya jasa terminal untuk mobil, tapi juga alat berat, truk, bus, dan suku cadang.

Keunggulan lain IPCC, di antaranya satu-satunya perusahaan pengelola terminal komersial yang memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan di negara terpadat ke-4 di dunia, memiliki 100% captive market untuk ekspor-impor kendaraan, dan margin bisnis menarik.

Oleh karena itu, kata Chiefy, kerja sama diyakni dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak yang pada akhirnya memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan negara.

Dirut Pelindo II Elvyn G. Masassya menyambut baik kerja sama dan sinergi antar BUMN karena memberikan kontribusi nyata dalam mendukung industri otomotif nasional melalui pelayanan bongkar muat yang efisien dengan standar internasional sehingga bisa menurunkan biaya logistik. 

Direktur Pengelolaan Anak Perusahaan Pelindi II Riri S. Jetta MoU mengatakan kerja sama tersebut harus segera direalisasikan guna dalam mewujudkan Terminal Kendaraan Indonesia Incorporated di Indonesia yang terintegrasi dan berstandar internasional. (hlz/hlz)


Komentar