Senin, 22 Oktober 2018 | 12:10 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 16 Juli 2018 09:55

IPC Alihkan Pengelolaan Terminal 2 dan 3 Tanjung Priok ke IPC TPK

Ire Djafar

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC mengalihkan pengelolaan dan operasional bongkar muat peti kemas pada Terminal 2 dan Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok kepada PT IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) mulai Minggu (15/7/2018).

Peralihan itu sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) IPC terkait dengan penataan bisnis anak-anak perusahaannya. IPC TPK merupakan anak perusahaan IPC yang didirikan khusus untuk mengelola terminal peti kemas.

“Fokus kelola usaha merupakan tuntutan dan kebutuhan internal, mengingat IPC masuk tahap Sustainable Superior Performance menuju pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan pada 2020,” jelas Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya.

Oleh karena itu, lanjut Elvyn, IPC menetapkan perubahan bisnis model yang baru mulai semester II/2018. Dalam model baru ini, setiap anak perusahaan akan fokus pada bisnisnya masing-masing guna memaksimalkan fungsi dan perannya.

Bisnis model tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan standarisasi pengelolaan, sehingga kinerja pelayanan IPC secara korporasi akan meningkat.

"Penataan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen, agar masing-masing entitas di lingkungan IPC bisa lebih fokus dalam menjalankan core businessmasing-masing anak perusahaan,” ujar Elvyn.

Melalui bisnis model baru itu, seluruh terminal petikemas di cabang-cabang pelabuhan yang telah mencapai volume tertentu akan dikelola oleh IPC TPK.

Adapun, pengelolaan seluruh terminal non-petikemas di cabang-cabang pelabuhan yang juga telah mencapai volume tertentu, akan dilaksanakan oleh PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP). 

Sementara itu, terminal kendaraan termasuk roro, pengelolaannya akan dilakukan oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Tbk. (hlz/hlz)


Komentar