Rabu, 15 Agustus 2018 | 20:30 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Trucking
Kamis, 19 Juli 2018 17:32

Truk Peti Kemas HC Dianggap ODOL, Kemenhub Jangan Gegabah

Translog Today

JAKARTA - Kementerian Perhubungan dan instansi berwenang diingatkan agar tidak gegabah dalam menertiban truk over dimensi dan over load (ODOL) di jalan raya, terutama truk angkutan peti kemas ukuran high cube (HC).

Menurut Sekjen Indonesia Maritime, Logistic and Transportation Watch (IMLOW) Achmad Ridwan Tento, angkutan truk peti kemas HC bisa terhambat akibat penertiban ODOL mulai 1 Agustus nanti apabila pihak berwenang tidak memahami kondisi sebenarnya.

Dia menjelaskan, peti kemas HC memiliki tinggi rata-rata 9 kaki 6 inci atau sekitar 2,9 meter. Jika ditambah casis truk yang tingginya rata-rata 1,5 meter, total tinggi angkutan peti kemas HC di atas truk bisa mencapai 4,4 meter, atau akan kelebihan sekitar 30 cm dibandingkan peti kemas ukuran standar.

"Kalau peti kemas ukuran HC ini kena penertiban ODOL dikhawatirkan berdampak terganggunya layanan logistik dan perekonomian nasional. Jadi aparat penegak hukum mesti berhati-hati, jangan gegabah," kata Ridwan, Kamis (19/7/2018).

Saat ini, tuturnya, sekitar 20% kegiatan ekspor impor Indonesia sudah menggunakan peti kemas HC, sehingga gangguan terhadap aktivitas truk peti kemas itu bisa berdampak luas terhadap arus logistik nasional.

Dalam aturan yang berlaku saat ini, jelas Ridwan, operasional dan kelaikan angkutan berat/truk di jalan raya masih mengacu pada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta KM 14 tahun 2007 tentang kendaraan pengangkut peti kemas di jalan.

Kedua aturan itu menyebutkan, kereta tempelan (casis dan trailer) dan ban yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang disahkan dalam pengesahan rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor, yakni memiliki tinggi maksimum kendaraan termasuk peti kemasnya tidak melebihi 4,2 meter.

Menurut Ridwan, pemerintah sebaiknya segera mengajukan revisi kedua regulasi itu sebab regulasi peti kemas HC berlaku secara internasional.

Apabila peti kemas HC tidak boleh lewat di jalan raya karena pembatasan tinggi 4,2 meter dan penertiban ODOL, maka aturan itu harus diumumkan secara internasional sebab Indonesia sudah meratifikasi ISO, Convention of Safe Container (CSC) , dan Trade Facilitation Agreement (artikel 1, publikasi ).

Ridwan juga mengingatkan angkutan barang agar memperhatikan berat kendaraan beserta muatannya sesuai dengan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) serta ukuran kendaraan sesuai ketentuan.

"Jika hal itu diperhatikan, biaya untuk perbaikan kerusakan jalan bisa ditekan dan tingkat keselamatan berlalu lintas tentu akan lebih baik," ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar