Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:41 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Bandara
Senin, 23 Juli 2018 22:19

Bandara Banyuwangi Dikembangkan untuk Penerbangan LCC

Translog Today

BANYUWANGI -

PT Angkasa Pura II (Persero) akan mengembangkan Bandara Banyuwangi menjadi bandara maskapai berbiaya murah atau low cost carrier airport (LCCA), guna mendukung sektor pariwisata.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan konsep LCCA menjadi opsi untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia, sejalan dengan target Kementerian Pariwisata mendatangkan 20 juta wisman pada 2020.

Pengembangan Bandara Banyuwangi juga sesuai dengan arahan Menteri BUMN, yang menjadikan Bandara Banyuwangi, Bali, serta Lombok (BBL) sebagai Tourism Triangle untuk mesinergikan pariwisata di ketiga daerah tersebut. 

"Dengan pertumbuhan penumpang low cost carrier yang naik 55% per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan full service carrier yang hanya 7%, pengembangan LCCA dan konsep Tourim Airport yangg diusung Bandara Banyuwangi dapat mengakselerasi perkembangan pariwisata di Jawa Timur," kata Awaluddin, Senin (23/7/2018).

Rencana pengembangan Bandara Banyuwangi untuk mendukung program LCCA antara lain dengan meningkatkan fasilitas dan pelayanan bandara. 

Adapun pengembangan yang sedang dilakukan di Bandara Banyuwangi antara lain:

1. Penebalan landasan (overlay runway) dari sebelumnya PCN 27 menjadi PCN 56 sehingga dapat mengakomodasi pasawat tipe Boeing 737-8 NG, 737-9 ER dan Airbus 320.

2. Perluasan tempat parkir pesawat (apron) dari kapasitas sebelumnya 3 pesawat narrow body (luas 16.200m2) menjadi 9 pesawat narrow body (luas 34.000m2).

3. Perpanjangan dan pelebaran landasan dari sebelumnya 2250x30m2 menjadi 2500x45m2.

4. Perluasan lahan parkir kendaraan dari 2.000m2 (80 kendaraan) menjadi 5.000m2 (260 kendaraan).

5. Perluasan terminal penumpang dari 7.000m2 (700.000 pax/tahun) menjadi 20.000m2 (2 juta pax/tahun)

Untuk lima kegiatan tersebut, AP II menyiapkan investasi tidak kurang dari Rp300 miliar. 

Awaluddin mengatakan pengembangan Bandara Banyuwangi juga sebagai dukungan AP II untuk penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank di Nusa Dua Bali pada Oktober 2018.

Menurut dia, Bandara Banyuwangi akan diusulkan menjadi bandara internasional menyusul permintaan dari beberapa maskapai yang berencana melayani rute Malaysia dan Australia. (hlz/hlz)


Komentar