Rabu, 15 Agustus 2018 | 20:29 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Jumat, 27 Juli 2018 20:11

Kontrak Paket 1 Diteken, Konstruksi Pelabuhan Patimban Dimulai Agustus 2018

Translog Today
(Kemenhub)

JAKARTA -

Konstruksi Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, segera dimulai pada Agustus 2018, menyusul penandatanganan kontrak pembangunan Paket I senilai Rp9 triliun.

“Kita harapkan awal bulan depan konstruksi dimulai dan bisa dikerjakan dalam beberapa bulan. InsyaAllah tahun depan kita bisa mengoperasikan kegiatan di Pelabuhan Patimban dengan pertama kali mengoperasikan car terminal dan Ro-Ro,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menyaksikan penandatanganan kontrak Paket 1 di kantor Kementerian Perhubungan, Jumat (27/7/2018).

Penandatanganan Kontrak dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Pelabuhan Patimban Paket 1 Aditya Karya dan Konsorsium Perusahaan Indonesia dan Jepang selaku Kontraktor Pelaksana Paket 1.

Konsorsium itu terdiri dari Penta Ocean, Toa, Rinkai, PT Wijaya Karya dan PT PP Tbk yang diwakili oleh Hiromu Sinoda. Pengerjaan Paket 1 antara lain meliputi pembangunan dermaga dan pengerukan kolam pelabuhan.

Pelabuhan Patimban akan dibangun dalam tiga tahap, yakni tahapan konstruksi pada Agustus 2018, soft opening pada awal 2019, dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada 2027.

Pada tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan mampu melayani 3,5 Juta peti kemas (TEUs) dan 382.000 kendaraan bermotor (CBU). 

Pada tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5,5 Juta TEUs dan pada tahap ketiga akan ditingkatkan hingga 7,5 Juta TEUs.

“Tahap pertama membangun 1 juta TEUs dan bisa dikembangkan mejadi 3,5 TEUs. Finalnya sesuai masterplan adalah 7,5 juta TEUs,” ungkap Menhub.

Secara umum, Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan peti kemas dan kendaraan bermotor yang diangkut menggunakan kapal Ro-Ro. Pelabuhan ini juga akan didukung sarana penunjang (backup area) seluas 356 hektare untuk mendukung efisiensi logistik.

Berdasarkan kontrak, total rencana biaya Paket 1 yang terdiri atas 3 Paket Konstruksi dan 1 Paket Supervisi mencapai Rp9 triliun.

Pembangunan Pelabuhan Patimban didanai dari Official Development Assistance (ODA Loan) Pemerintah Jepang, sekaligus menandakan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang yang sudah terjalin selama 60 tahun.

“Patimban ini sangat strategis karena menjadi tumpuan industri di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dengan keberadaan Patimban, daerah ini memiliki dua pelabuhan yakni Tanjung Priok dan Patimban,” ujar Menhub.  (hlz/hlz)


Komentar