Rabu, 15 Agustus 2018 | 20:31 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Jumat, 27 Juli 2018 06:15

Woman In Maritime Indonesia Kukuhkan WIMA-INA Chapter Surabaya

Ayu Puji
(Translogtoday/ayu)

SURABAYA -

Woman In Maritime (WIMA) Indonesia mengukuhkan WIMA-INA Chapter Surabaya yang dipimpin oleh Dothy, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong. Organisasi ini beranggotakan para wanita penggiat dunia maritim dari berbagai profesi. 

Pengukuhan WIMA-INA Chapter Surabaya digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (26/7/2018), dihadiri oleh Ketua Umum WIMA DR. Chandra Motik Yusuf dan Wakil Ketua Umum WIMA-INA Carmelita Hartoto, yang juga Ketua Umum Indonesia Nation Shipowners’ Association (INSA). 

Hadir juga Ketua Program Kerja dan Pengembangan Organisasi Tresna Pardosi serta pengurus WIMA-INA lainnya.

wima-ina chapter surabaya 

Dalam kata sambutannya, Dothy menyampaikan pembentukan WIMA-INA Chapter Surabaya dilatarbelakangi semakin banyaknya wanita yang bekerja di dunia maritim, khususnya di Surabaya.

Para wanita itu berasal dari berbagai profesi di bidang maritim, seperti penyelam, pelaut, kapten kapal, praktisi, dosen, dan pejabat BUMN di sektor kelautan. “Organisasi ini diharapkan menjadi wadah motivasi dan berkontibusi bagi dunia maritim di Tanah Air,” ungkap Dothy.

Chandra Motik mengatakan wanita berperan penting di industri kemaritiman dan perlu ditingkatkan guna mewujudkan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, yang dicanangkan pemerintah.

“Peran perempuan di segala sektor sangat penting, termasuk dalam membangun industri kemaritiman. Laut sejatinya bukan hanya milik kaum lelaki, perempuan juga bisa berperan penting," kata pendiri Chandra Motik Maritime Centre (CMMC) itu.

Menurut dia, keberadaan WIMA-INA membuktikan bahwa kaum perempuan ikut berperan dan terus mengembangkan potensinya hingga setara dengan laki-laki dalam membangun dunia maritim.

“WIMA-INA merupakan mitra sejajar dengan stakeholder kemaritiman nasional lainnya," kata Chandra Motik yang lebih 30 tahun menggeluti hukum dunia maritim ini. (hlz/hlz)


Komentar