Rabu, 12 Desember 2018 | 05:06 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Aksi Korporasi
Sabtu, 04 Agustus 2018 19:19

IPCC Raih Indonesia Enterprise Risk Management Award II 2018

Ire Djafar
(IKT/Translogtoday)

JAKARTA -

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk atau IPCC meraih penghargaan perusahaan terbaik dalam penerapan Enterprise Risk Management (ERM) katagori anak perusahaan BUMN dari Majalah Economic Review.

Penghargaan Indonesian Enterprise Risk Management Award II 2018 (IERMA II-2018) diserahkan langsung oleh Founder & CEO Majalah Economic Review Nana Irlisa R. dan Kepala Departement Pengawas IKNB-2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W. Budiawan kepada Direktur Kepatuhan IPCC Salustra Wijaya mewakili Direktur Utama IPCC Chiefy Adi K, Jumat (3/8/2018).

IERMA II-2018 merupakan penghargaan tertinggi kepada perusahaan yang dinilai sukses menjalankan manajemen risiko, sehingga perusahaan mampu berkinerja baik, bertumbuh kembang, dan menjadi banchmarking bagi unit usaha lainnya.

Chiefy mengatakan ERM merupakan suatu kebutuhan utama bagi IPCC sebagai perusahaan terbuka, bukan hanya disebabkan perintah atau peraturan pemerintah.

“Penerapan ERM akan meningkatkan nilai tambah perusahaan sebagai perusahaan terbuka, sehingga IPCC menjadi berdaya saing tinggi dan bisa meningkatkan shareholders wealth,” ujarnya.

Menurut Chiefy, setiap Risk Owner harus menyadari bahwa setiap orang di dalam suatu perusahaan merupakan seorang pemimpin di setiap bidangnya. 

“Untuk itu setiap orang harus bisa mempertahankan bidangnya masing-masing sekaligus untuk mencapai target yang diharapkan, yang mana untuk mencapai sasaran itu tentu tidak akan terhindar dari suatu risiko," ungkapnya.

Dia mengatakan, IPCC melalu Direktorat Kepatuhan yang membidangi Manajemen Risiko terus meningkatkan peranannya untuk mengawal setiap Risk Owner mencapai target atau sasarannya.

“Komitmen ini dijaminkan oleh manajemen IPCC dengan melakukan Risk Awareness dan sosialisasi secara berkala kepada seluruh Risk Owner, bahwa risiko bukan sesuatu yang harus dihindari tetapi harus dihadapi secara tepat dengan mitigasi yang akurat,” kata Chiefy. (hlz/hlz)


Komentar