Selasa, 16 Oktober 2018 | 20:03 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Senin, 06 Agustus 2018 14:52

Gapasdap Dukung Kemenhub Tindak Kendaraan Overdimensi

Translog Today
Khoiri Soetomo, Ketua Umum Gapasdap (tularji adji)

JAKARTA - Operator kapal penyeberangan di Indonesia mendukung kebijakan pemerintah c.q Kementerian Perhubungan untuk menindak tegas kendaraan yang obesitas dan overdimensi karena dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

Kebijakan tersebut akan membantu meningkatkan keselamatan pelayaran dan memacu produktivitas muatan kapal. "Kami mendukung kebijakan tersebut," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Khoiri Sutomo.

Dia menjelaskan risiko overdimensi terhadap kapal sangat besar karena dapat memicu kerusakan seperti kerusakan gading-gading kapal, rampdoor retak dan patah bahkan dapat mengancam keselamatan pelayaran. "Yang paling parah, kendaraan overdimensi akan mempengaruhi stabilitas sehingga dapat menyebabkan kapal tenggelam," ujarnya.

Menurut Khoiri, penindakan terhadap kendaraan overdimensi akan berdampak positif terhadap semua pihak, tidak hanya operator kapal penyeberangan di Indonesia, tetapi juga pengusaha truk itu sendiri, khususnya dalam jangka panjang.

Dia mengakui selama ini operator kapal banyak mengeluhkan soal kendaraan yang tidak sesuai dengan ukuran seharusnya karena dampaknya dapat mengganggu kelangsungan usaha angkutan penyeberangan.

Sebelumnya, mulai 1 Agustus 2018, Kemenhub memastikan tidak akan ada lagi truk obesitas dan overdimensi yang melintas di jalan tol. Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, Kemenhub menargetkan akan memfasilitasi jalan tol dengan jembatan timbangan.

Tidak tanggung tanggung targetnya di tahun 2019 akan tersedia 92 jembatan timbang dan untuk tahun ini akan ada sekitar 43 jembatan timbang.

Kemenhub juga telah melakukan tes kepada truk-truk bermuatan besar dan menemukan sekitar 90% mengalami obesitas dan overdimensi atau dimodifikasi yang seharusnya tidak diperbolehkan untuk dilakukan. (aji/hlz)


Komentar