Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10:49 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Pembiayaan
Selasa, 07 Agustus 2018 18:33

BNI Gandeng IPC Luncurkan Port Service Financing dan IPC Smart Card

Translog Today
(IPC/Translogtoday)

JAKARTA -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bersinergi dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC memperkenalkan program Port Service Financing (PSF), sekaligus meluncurkan IPC Smart Card.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto mengatakan, PSF merupakan fasilitas pembiayaan jasa kepelabuhanan untuk pelanggan IPC yang bertujuan menjamin kepastian pelayanan jasa kepelabuhanan selama 24 jam setiap hari dalam seminggu. 

Dia mengklaim PSF ditunjang dengan pembayaran yang mudah dan dapat dipantau langsung melalui BNI direct, sehingga memudahkan pengguna jasa pelabuhan IPC dalam bertransaksi.

“Program PSF ini merupakan bagian dari rencana BNI menyalurkan kredit Supply Chain Financing (SCF) dengan total plafon sekitar Rp500 miliar,” ungkapnya saat penandatanganan piagam dengan perwakilan dari pengguna layanan IPC dan peluncuran IPC Smart Card di Jakarta, Selasa (7/8/2018). 

Sebagai tahap awal program PSF, kata Catur, BNI menyiapkan Rp20 miliar yang dikhususkan untuk dua layanan, yaitu jasa kapal dan jasa barang. 

Sasaran perdana program tersebut adalah Perusahaan Keagenan Kapal dan Perusahaan Bongkar Muat (PBM). “Ke depan, PSF diharapkan tersedia untuk seluruh jenis jasa kepelabuhanan,” ujarnya.

IPC Smart Card 

Selain program PSF, BNI mendukung program IPC Smart Card, yaitu penggunaan kartu elektronik sebagai kartu akses masuk gate Pelabuhan Tanjung Priok. 

Kartu serbaguna ini juga dapat digunakan untuk bertransaksi di tol ataupun supermarket, pembelian tiket transportasi, dan sarana pembayaran di tenant-tenant di pelabuhan. 

Berdasarkan data, sekitar 12.000 kendaraan yang keluar masuk gerbang Pelabuhan Tanjung Priok setiap hari, mulai dari truk hingga kendaraan roda dua. IPC Smart Card dengan fitur BNI TapCash ini diharapkan dapat mengurangi antrean di gerbang masuk karena transaksinya dilakukan secara elektronik.

Peluncuran IPC Smart Card ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati dan Direktur Operasi & Sistem Informasi IPC Prasetyadi, disaksikan oleh Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya dan jajaran direksi IPC. 

Adi Sulistyowati menuturkan, IPC Smart Card memungkinkan transaksi di gerbang masuk maupun di dalam Pelabuhan Tanjung Priok terjadi secara cashless atau tanpa uang tunai.

“Dengan demikian, BNI memberikan solusi yang terintegrasi kepada seluruh kegiatan operasional IPC dalam pengelolaan keuangan perusahaan secara efektif dan efisien,” ungkapnya.

Dia mengatakan kerja sama itu sejalan dengan program Bank Indonesia yang menggagas Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Untuk memperkuat GNNT, Pelabuhan Banten, Pelabuhan Jambi, dan Pelabuhan Palembang akan menjadi lokasi penggunaan IPC Smart Card berikutnya. 

Dalam sambutannya, Elvyn mengatakan kerja sama PSF dan IPC Smart Card antara IPC dan BNI merupakan bagian dari upaya perseroan untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pelanggan pelabunan secara nonstop.

“Program baru tersebut diharapkan meningkatkan pelayanan, kenyamanan dan efisiensi bagi seluruh pelanggan IPC. Program ini juga sebagai bentuk nyata dari upaya menajemen untuk menjadikan IPC sebagia perusahaan kelas dunia dan berbasis digital,” ungkap Elvyn. (hlz/hlz)


Komentar