Rabu, 15 Agustus 2018 | 20:31 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Aksi Korporasi
Kamis, 09 Agustus 2018 19:26

IPC Marine Terima ISO 9001:2015 untuk Kantor CWS

Ire Djafar
(IPC Marine)

JAKARTA -

PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPC Marine) meraih Sertifikat ISO 9001: 2015 dari Lloyd’s Register Quality Assurance Indonesia untuk Kantor CWS (Center Work Shop) Direktorat Tehnik & Armada.

Sertifikat ISO tersebut diserahkan oleh manajemen Lloyd’s Register Quality Assurance Indonesia kepada Komisaris Utama JAI Dani Rusli dan langsung diserahkan kepada Direktur Utama JAI Dawam Atmosudiro di Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Dawam mengatakan, proses seritikasi ISO 9001:2015 diawali dengan penyusunan pedoman standarisasi layanan yang dibuat secara internal perusahaan, kemudian Lloyd’s Register Quality Assurance Indonesia diminta untuk menguji guna mendapatkan pengakuan sertifikat.

“Jadi, kami susun sendiri (pedoman standarisasi layanan) selanjutnya minta untuk diuji, dan Alhamdulillah tidak ditemukan kesalahan besar (major), hanya berupa catatan kecil untuk perbaikan,” kata Dawam.

PT Jasa Armada Indonesia Tbk (kode saham: IPCM.JK) atau lebih dikenal sebagai IPC Marine merupakan BUMN yang bergerak di bidang jasa layanan pemanduan dan penundaan kapal, angkutan laut, dan layanan maritim.

Selama 2 tahun terakhir, IPC Marine telah melakukan penerapan Sistem Manajemen Terpadu ISO 9001: 2015, ISO 14001: 2015 dan OHSAS 2007, diawali dengan sertifikasi di Kantor Pusat JAI dengan mengimplementasikan sistem manajemen.

Sejak tahun lalu, Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2019 diperluas lingkupnya di Kantor CWS, yakni menerapkan ISO 9001: 2015, yang telah mendapatkan pengakuan sertifikat ISO 9001: 2015.

Kantor CWS yang terpisah dari Kantor Pusat JAI, terdiri dari Divisi Pengadaan Barang & Jasa, Divisi Fleet yang melakukan aktivitas perbaikan peralatan kapal di bengkel, penyelaman, gudang, dan bagian pengelasan.

Menurut Dawam, perluasan ISO 9001:2015 di kantor CWS bertujuan meningkatkan proses kerja di Direktorat Tehnik yang meliputi proses perencanaan perawatan kapal, pelaksanaan perbaikan kapal, prasarana pendukung pergudangan, serta pengendalian penyedia produk dan jasa eksternal untuk vendor barang dan jasa di lingkungan kerja JAI.

Sengan implementasi Sistem Manajemen Mutu di CWS, tuturnya, perseroan akan mampu mengelola risiko, memenuhi sistem dasar mulai dari aturan yang berhubungan dengan manusia, kompentensi sampai dengan hal yang mengatur tentang proses (perawatan dan perbaikan kapal).

Selain itu, memastikan setiap proses dan tahapan telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan standar baku yang telah diterapkan, serta melakukan pengawasan terhadap top manajemen agar lebih fokus dan konsisten dalam mencapai target mutu perusahaan. (hlz/hlz)


Komentar