Rabu, 14 November 2018 | 15:31 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Aksi Korporasi
Kamis, 16 Agustus 2018 16:24

Kinerja Semester I Melonjak, Elvyn Perkuat IPC Incorporated

Ire Djafar
(IPC)

BELITUNG -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mencatatkan laba bersih Rp1,21 triliun pada semester pertama 2018, melonjak 18% dibandingkan dengan pencapaian pada semester yang sama tahun lalu Rp1,02 triliun.

Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya mengungkapkan, pendapatan usaha perseroan pada 6 bulan pertama tahun ini mencapai Rp5,35 triliun, naik 8,18% dibandingkan perolehan periode yang sama 2017 sebesar Rp 4,93 Triliun. 

Dengan capaian ini, dia optimistis target keuangan korporasi 2018 dapat tercapai, yakni pendapatan usaha ditargetkan naik 13,29% menjadi Rp12,36 triliun dari tahun lalu Rp10,91 triliun.

Elvyn menjelaskan, EBITDA IPC naik 12,85% dari Rp1,85 triliun menjadi Rp2,09 triliun, sedangkan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berhasil ditekan 2,34%, dari Rp69,79 triliun menjadi Rp68,15 triliun.

“Ini menunjukan bahwa kinerja IPC semakin efisien,” katanya saat memaparkan capaian IPC semester I/2018 di hadapan awak media pada acara Media Gathering di Belitung, Kamis (16/8/2018).

Dari sisi operasional, ungkap Elvyn, jumlah peti kemas yang keluar masuk pelabuhan sepanjang semester pertama meningkat 10,18% menjadi 3,62 juta TEUs dari 3,28 juta TEUs pada semester yang sama 2017. 

Jumlah kapal yang keluar masuk juga bertambah 10,68% dari 94,58 juta Gross Tonnage (GT) menjadi 104,68 juta GT sepanjang Januari-Juni tahun ini.

Adapun, arus barang non-peti kemas turun 1,82% dari 27,97 juta ton menjadi 27,44 juta ton. Di sisi lain, jumlah penumpang melonjak 21,85% dari 260.420 orang menjadi 317.310 orang pada semester pertama 2018.

Dalam kesempatan tersebut, Elvyn memaparkan capaian dan progres korporasi di masing-masing direktorat.

Pelindo Incorporated

DIa menjelaskan, IPC mengimplementasikan Pelindo Incorporated yaitu strategi korporasi yang akan memberikan dampak positif baik bagi anak perusahaan yang terlibat maupun masing-masing induk perusahaan.

Strategi yang dilakukan, yakni dengan memperluas wilayah operasi; memperbesar kapasitas finansial dan akses pendanaan; memperkuat kapabilitas produksi dan pemasaran; standardisasi fasilitas, sistem IT dan pelayanan jasa serta meningkatkan efisiensi dan produktifitas perusahaan. 

“Salah satu bentuk Pelindo Incorporated yaitu IPC melakukan kerja sama dengan Pelindo I untuk mengoperasikan pengelolaan Pelabuhan Batu Ampar,” ujarnya.

Pada semester ini, IPC mulai menggunakan aplikasi Customer Relationship Management (CRM) untuk menciptakan valuebagi pelanggan dan menerapkan strategi solusi yang lebih proaktif.

IPC juga meluncurkan IPC Smart Card, yaitu kartu elektronik yang digunakan sebagai kartu akses masuk gerbang Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. 

Dengan menggunakan kartu ini, selain transaksi menjadi cashless atau tanpa uang tunai, perekamannya juga menjadi lebih akurat. Tahap berikutnya, kartu akan diterapkan di Cabang Pelabuhan IPC lainnya.      

“Dengan progres dan capaian ini, saya optimistis pada tahun 2020 IPC betul-betul memantapkan posisinya sebagai digital port, sekaligus menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan,” tegas Elvyn.

Dalam acara media gathering ini, Elvyn juga menjelaskan partisipasi korporasi dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. 

Tahun ini, IPC memusatkan perayaan HUT RI di Belitung, yang melibatkan berbagai pihak, dan tentunya warga Belitung. 

Rangkaian kegiatan acaranya antara lain Donor Darah, Bersih Lingkungan, dan Jalan Sehat IPC 2018 serta acara hiburan dengan menyiapkan berbagai hadiah menarik untuk warga Belitung. (hlz/hlz)


Komentar