Selasa, 25 September 2018 | 09:46 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Jumat, 24 Agustus 2018 18:10

BJTI Port Lepas Seluruh Saham di BKMS, Ini Alasannya

Ayu Puji
Maket JiIPE (ilustrasi)

SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) melalui PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI Port) berencana melepas seluruh sahamnya di PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS).

Direktur Utama BJTI Port Hot Rudolf Marihot mengungkapkan, kerja sama Pelindo III melalui anak usahanya BJTI Port dengan AKR (UEPN) di BKMS sedang dievaluasi karena realisasi tingkat pengembalian investasi dari kerja sama itu lebih rendah dari proyeksi sehingga tidak menguntungkan secara komersial.

“Manajemen BJTI melihat potensi risiko yang timbul karena leverage bisnis yang tidak sustainable dalam memberikan laba bagi perusahaan sehingga kami berencana pull out dari kepemilikan di BKMS,” ungkapnya dalam siaran pers Pelindo III, Kamis (23/8/2018).

BKMS adalah perusahaan patungan antara BJTI Port dengan kepemilikan saham 40% dan PT Usaha Era Pratama Nusantara (UEPN) yang menguasai saham 60%. BJTI Port merupakan anak usaha Pelindo III, sedangkan UEPN milik PT Aneka Kimia Raya (AKR) Corporindo.

Sebagai pengelola kawasan industri yang berdiri sejak 2013, BKMS hingga Juli 2018 memiliki kewenangan untuk mengelola lahan seluas 1.027 ha dengan total aset senilai Rp4,94 triliun.

Menurut Hot Rudolf, laba BKMS hingga Juli 2018 turun signifikan sehingga tidak dapat memberikan kontribusi bagian laba atas usahanya kepada BJTI Port. “Kondisi ini membebani dan dapat menyebabkan tidak tercapainya kinerja BJTI Port pada tahun 2018,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga tercermin dari cashflow (arus kas) BKMS yang hingga kini belum dapat membayarkan dividen kepada para pemegang saham atas laba perseroan sejak 2015 hingga 2017.

Oleh karena itu, kata Hot Rudolf, BJTI Port perlu melakukan langkah strategis melalui penjualan saham di BKMS dan menggunakan dana hasil penjualan untuk kebutuhan investasi core business sebagai terminal operator.

“BJTI Port akan pull out sampai dengan keseluruhan saham (40%) serta menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk melakukan due diligence atas valuasi saham BKMS. Kajian divestasi saham BKMS ditargetkan selesai pada awal triwulan keempat 2018,” tegasnya. (hlz/hlz)


Komentar