Selasa, 22 Oktober 2019 | 21:24 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Jumat, 24 Agustus 2018 13:05

Kapal SPIL Ganggu Pelayanan di Kariangau, Sistem Windows Diatur Ulang

Aidikar M. Saidi
(Pelindo III)

JAKARTA -

Sejumlah perusahaan pelayaran di Jakarta mengeluhkan pelayanan kapal di Kaltim Kariangau Terminal (KKT) karena hanya kapal SPIL yang bisa kontrak Windows. Akibatnya, kapal lain harus antre menunggu pelayanan.

Kedatangan kapal SPIL (Salam Pasifik Indonesia Lines) di Pelabuhan Kariangau juga dinilai sering tidak tepat waktu sehingga mengganggu pelayanan kapal lainnya di pelabuhan terbesar di Balikpapan itu. 

Apalagi, kapal SPIL yang menyinggahi Pelabuhan Kariangau memiliki panjang 230 meter sehingga menutup kapal lainnya untuk sandar di dermaga pelabuhan tersebut.

Selain SPIL, perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal petikemas ke KKT yakni PT Meratus Lines, Tanto Intim Lines, dan PT Tempuran Emas Lines (Temas).

Direktur Utama KKT Basyir, ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, mengatakan pihaknya segera mengecek ke lapangan dan mengucapkan terimakasih atas informasi tersebut.

Namun, menurut dia, semua kapal yang menyinggahi KKT sudah melaksanakan kontrak Windows. "Ada empat perusahaan pelayaran yang beroperasi di KKT yaitu Temas, Meratus, SPIL dan Tanto. Keempatnya sudah menerapkan sistem Windows," tuturnya.

Pengaturan Windows 

Ketika dihubungi terpisah, Direktur Operasi PT SPIL Bambang Gunawan hanya mengatakan rencananya ada pengaturan kembali sistem Windows di KKT. Dia meminta Translogtoday untuk menghubungi Kepala Cabang SPIL di Balikpapan.

"Rencana hari ini akan ada meeting pengaturan jadwal Windows system di Balikpapan, bisa hubungi kacab kami yang lebih tahu detilnya," kata Bambang.

Namun, Kepala Cabang SPIL Balikpapan Giarto hingga kini belum bersedia memberikan penjelasan.

Berdasarkan informasi, jadwal kapal yang akan menyinggahi Pelabuhan Kariangau adalah MV Oriental Galaxi (SPIL), MV Reliance (Meratus), MV SPIL Nita (SPIL), MV Kanal Mas (Temas), MV Meratus Dili (Meratus), MV Teluk Mas (Temas), MV SPIL Caya (SPIL), KM Meratus Ultima (Meratus), MV Mare Mas (Temas) dan MV Tanto Aman (Tanto).

Informasi terakhir menyebutkan, SPIL kini kewalahan menyiapkan armada karena terlalu banyak membuka rute baru. Akibatnya, rute Jakarta - Padang - Sibolga - Gunung Sitoli masih tertunda.

Hanya rute baru di Kawasan Barat Indonesia yang sudah dilayani, yakni Malahayati, Lhokseumawe, Belawan, Dumai dan Jakarta. Belakangan SPIL mulai merambah rute Barat dari sebelumnya lebih banyak beroperasi di kawasan timur Indonesia. (hlz/hlz)


Komentar