Selasa, 25 September 2018 | 10:37 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Industri
Kamis, 30 Agustus 2018 12:06

Kawasan Industri Weda Bay Jadi Basis Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Translog Today
(Translogtoday)

HALMAHERA -

PT Indonesia Weda Bay Industri Park (IWIP), perusahaan patungan dari tiga investor Tiongkok yaitu Tsingshan, Huayou, dan Zhenshi, merealisasikan pembangunan kawasan industri di Weda Bay, Halmahera, Maluku, dengan total investasi USD10 miliar.

IWIP merupakan kelanjutan dari perjanjian antara Erament Group (Prancis) dan Tsingshan. Kedua investor asing itu bekerja sama dengan PT Antam (Persero) sebagai mitra lokal untuk mengembangkan deposit bijih nikel dan smelter nickel pig iron 30kt/Ni sebagai smeltel pertama di dalam Kawasan Industri Weda Bay.

IWIP sekaligus akan menjadi kawasan industri terpadu pertama di dunia yang akan mengolah sumber daya mineral dari mulut tambang menjadi produk akhir berupa baterai kendaraan listrik dan besi baja. 

Selain memfasilitasi kegiatan permurnian logam, Kawasan Industri Weda Bay akan menarik kalangan investor untuk membangun fasilitas pengolahan industri hilir meliputi nickel sulfate (NISO4), NCM/NCA, precursor, hingga produk akhir berupa baterai Li-ion untuk kendaraan listrik. 

“IWIP dan para tenant-nya berdedikasi untuk memperkenalkan teknologi mutakhir yang berkelanjutan di Indonesia dan siap menjalankan usaha sesuai dengan kaidah perundangan-undangan terhadap perlindungan lingkungan hidup.” kata Mx. Xiang, Presiden Direktur IWIP, dalam kata sambutannya pada acara peletakan batu pertama IWIP.

Acara dihadiri oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan lebih dari 400 undangan di proyek Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera, Maluku, Kamis (30/8/2018).

Dia berharap investasi di Kawasan Industri Weda Bay dapat memberikan kontribusi bagi kepentingan masyarakat lokal, sekaligus mendorong perkembangan industri di Indonesia

Pada tahap pertama, investasi di kawasan industri itu ditargetkan mencapai USD 5 miliar. Dampak langsung investasi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, antara lain tambahan tenaga kerja sekitar 15.000 orang, pertumbuhan GDP di provinsi dan kawasan regional, serta mendorong pertumbuhan industri di kawasan timur Indonesia.

Xiang mengatakan, IWIP berkomitmen untuk mengikuti kaidah prinsip pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia dengan mengedepankan perlindungan lingkungan dan pembangunan sosial d kawasan industri dan sekitarnya. (hlz/hlz)


Komentar