Selasa, 25 September 2018 | 09:46 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Jumat, 07 September 2018 14:28

Tingkatkan Kinerja, Pelindo III Evaluasi Layanan di Seluruh Pelabuhan

Ayu Puji
(Pelindo III)

SURABAYA -

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) melakukan evaluasi layanan kepelabuhanan, termasuk jasa stevedoring (bongkar muat dari kapal ke dermaga) dan cargodoring (pemindahan barang dari dermaga ke lapangan penumpukan atau gudang).

"Standar layanan kepelabuhanan akan ditingkatkan guna memenuhi harapan pelanggan kami. Saat ini dalam proses pembahasan dengan beberapa pengguna jasa perusahaan, terutama dari sisi komersialnya," ungkap VP Corporate Communication Pelindo III R. Suryo Khasabu di Surabaya, Rabu (5/9/2018).

Dia mengungkapkan, evaluasi layanan akan dilakukan di seluruh pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III.  Saat ini evaluasi sudah berjalan di Regional Kalimantan dan Regional Jawa Timur, yang akan dilakukan di wilayah kerja lainnya secara bertahap.

"Dengan komunikasi yang intens, dalam satu bulan ke depan kami harapkan sudah mencapai kata sepakat dengan pengguna jasa, dan tidak mengakibatkan gangguan layanan jasa kepelabuhanan yang disediakan oleh Pelindo III," ujarnya.

Menurut Suryo, arus peti kemas ekspor dan impor hingga saat ini relatif stabil meskipun nilai tukar beberapa mata uang di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, cenderung melemah terhadap dolar AS.

Berdasarkan data Pelindo III per Juli 2018, arus peti kemas ekspor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya meningkat 8,48% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu (year on year). Demikian juga arus impor meningkat 10,45% pada periode itu.

Pertumbuhan arus logistik itu, tutur Suryo, mendorong Pelindo III sebagai BUMN operator terminal untuk terus melakukan evaluasi serta inovasi layanan dan produk. 

Inovasi P3pot

Salah satu inovasi dilakukan oleh RS PHC Surabaya, lini usaha Pelindo III di bidang medis, yakni dengan meluncurkan P3pot atau kantung urine portable yang cocok untuk kebutuhan operator crane

"Tidak hanya crane operator di pelabuhan, P3pot juga cocok untuk kebutuhan pekerja operasional yang bekerja di ketinggian untuk mengoperasikan alat berat. Mereka bisa kerja lebih tenang, lebih efisien, dan lebih aman karena tidak harus naik turun," kata Suryo.

Dirut PT PHC dr. Agus Akhmadi menjelaskan, orang dewasa muda saat bekerja selama 8 jam dapat memproduksi urine hingga 600 cc. Sedangkan pekerja yang berumur 30 tahun lebih untuk waktu kerja yang sama kecenderungannya sudah tidak bisa menahan kencing, sehingga setidaknya perlu sekali ke kamar kecil.

Menurut dia, pada setiap kemasan P3pot terdapat serbuk super absorbent polymer (SAP) yang akan menggumpal ketika bereaksi dengan 600 cc cairan urine. 

“Dengan menyediakan P3pot saat bekerja, crane operator dapat terhindar dari risiko pembengkakan ginjal, infeksi saluran kemih dan batu ginjal. P3pot juga dilengkapi tisu basah agar lebih higienis dan untuk mengakomodir tata cara bersih diri sesuai kepercayaan," kata dr. Agus. (hlz/hlz)


Komentar