Minggu, 18 November 2018 | 00:02 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 13 September 2018 09:33

Makassar New Port Hampir Rampung, Ini yang Dibutuhkan Pelindo IV

Translog Today
(Pelindo IV)

MAKASSAR -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis pembangunan Makassar New Port (MNP) rampung pada Oktober tahun ini, sesuai dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut dia, secara teknis pembangunan MNP sudah selesai karena tinggal tahap finishing dan mendatangkan peralatan. “Mestinya MNP bisa diresmikan pada Oktober tahun ini,” ungkapnya saat mengunjungi lokasi pembangunan MNP, Rabu (12/9/2018).

Dalam kunjungan itu, Menhub didampingi Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Makassar Rahmatullah, Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung, Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo IV Farid Padang, dan GM Terminal Petikemas Makassar (TPM) Yosef Benny Rohy.

Budi Karya mengatakan, daya tampung atau kapasitas penumpukan petikemas MNP cukup besar, mencapai 1,5 juta TEUs per tahun. Hal ini disiapkan untuk mengantisipasi perkembangan industri di Makassar ke depan.

“Oleh karena itu, industri di Makassar perlu berkolaborasi dengan Pelindo IV, sehingga ekspor meningkat. Tujuannya, bagaimana efisiensi dan kecepatan proses bongkar muat bisa tercapai sehingga ekspor lebih banyak,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Doso Agung mengungkapkan, progress pembangunan MNP Tahap IA hingga 11 September telah mencapai 82,86%, terdiri dari Paket A 94,84%, Paket B 82,58% dan Paket C 64,84%.

“Hingga 11 September 2018, realisasi kegiatan untuk Paket A yaitu upper structure dermaga,” jelas Doso.

Adapun realisasi pembangunan Paket B meliputi pekerjaan revetment, pengecoran saluran precast, pekerjaan perkerasan paving block dan rigid, serta pekerjaan dredging kolam putar. 

Untuk Paket C, kegiatan yang sudah terealisasi yaitu produksi core 1-5 kg, produksi underlayer 5-10 kg, pemasangan core breakwater (1-5 kg) dan pemasangan toe protection breakwater (100-160 kg). 

Doso mengatakan, sistem dermaga yang diaplikasikan adalah secant pile dengan sistem boring yang bisa mengefisiensikan waktu dan biaya dengan kualitas yang lebih baik. Penerapan sistem ini baru ada dua di dunia, yaitu di Liverpool dan MNP.

“Dermaga ini adalah dermaga modern yang terkoneksi dengan jaringan kereta api Trans Sulawesi dan akan dioperasikan terintegrasi dengan pusat logistik kawasan berikat,” ujarnya.

MNP yang termasuk Proyek Strategis Nasional ini sudah ditinjau oleh Wapres Jusuf Kalla dan Menteri BUMN Rini M. Soemarno beberapa waktu lalu.

Untuk meningkatkan akses ke pelabuhan baru itu, menurut Doso, diperlukan integrase jaringan jalan dari gate MNP ke jalan tol dengan koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Permintaan itu segera ditindaklanjuti pemerintah, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko yang berkunjung ke proyek itu pada 22 April 2018. (hlz/hlz)


Komentar