Senin, 10 Desember 2018 | 15:10 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Transportasi
Selasa, 18 September 2018 06:31

14 Unit Usaha IPC Terima Penghargaan Pelayanan Prima dari Kemenhub

Translog Today
(IPC)

JAKARTA -

Delapan cabang pelabuhan dan empat anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC menerima penghargaan Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Sektor Transportasi 2018. 

Sedikitnya 14 penghargaan yang diperoleh IPC dari Kementerian Perhubungan dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2018. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin (17/9/2018).

Dari 14 penghargaan itu, lima di antaranya diraih Penghargaan Prima Utama, yakni Terminal Petikemas Tanjung Priok (IPC Terminal Petikemas), Terminal Petikemas Pelabuhan Panjang, Terminal Curah Kering Pelabuhan Panjang, PT Jakarta International Container Terminal (JICT), dan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IKT).

Sementara itu, delapan Penghargaan Prima Madya diterima oleh Terminal Petikemas Pelabuhan Teluk Bayur, Terminal Curah Kering Pelabuhan Banten, Terminal Penumpang Nusantarapura Tanjung Priok, Terminal Petikemas Pelabuhan Pontianak, Terminal Petikemas Koja, Terminal Petikemas Pelabuhan Jambi, Terminal Curah Cair Pelabuhan Teluk Bayur, serta Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Pandan. 

 

Adapun, Terminal Petikemas Pelabuhan Palembang mendapatkan Penghargaan Prima Pratama.

“Kami bersyukur 12 entitas di dalam korporasi IPC berhasil meraih penghargaan prima di sektor transportasi. Hal ini memacu kami untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat,” kata Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya.

Menurut dia, penghargaan itu menunjukkan bahwa IPC terus bergerak mewujudkan visi korporasi sebagai pengelola pelabuhan kelas dunia, yang unggul dalam opersional dan pelayanan. 

“Kita sedang memasuki era baru pelabuhan, dimana semua pelabuhan yang dikelola IPC harus menjadi pelabuhan yang mampu memberikan pelayanan lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah. Kami sangat menyadari bahwa pelabuhan adalah salah satu mata rantai penting dalam perekonomian nasional,” jelas Elvyn.

Penghargaan tersebut didasarkan atas penilaian dalam kurun waktu satu tahun yang dilakukan Kemenhub, melibatkan tim penilai independen dari YLKI, pengamat transportasi, perwakilan akademisi dan media massa, Ombudsman, Staf Kepresidenan, dan Kementerian PAN-RB.

Terdapat sembilan instrumen penilaian yang mendasari penilaian, antara lain visi misi dan motto pelayanan, standar pelayanan dan maklumat pelayanan, sistem mekanisme prosedur, dan sumber daya manusia.

Selain itu, sarana prasarana pelayanan, penanganan pengaduan, Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), sistem informasi pelayanan publik, serta produktivitas dalam pencapaian target pelayanan. (hlz/hlz)


Komentar