Senin, 22 Oktober 2018 | 16:27 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Kamis, 20 September 2018 10:19

Revisi PM 152/2016, Kemenhub Pertajam Formulasi Share Bongkar Muat

Translog Today
(Kemenhub)

JAKARTA -

Kementerian Perhubungan mengkaji revisi Peraturan Menhub No. PM 152 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal, menyusul keberatan dari Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI).

Untuk itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyempurnaan PM 152/2016 di Hotel Morrissey, Jakarta, Senin (19/9/2018).

Plt. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko mengatakan FGD tersebut untuk mendapat masukan komprehensif dari pelaku usaha bongkar muat, sekaligus menanggapi dinamika di pelabuhan akhir-akhir ini. 

"FGD ini diharapkan mendapat masukan mengenai kegiatan bongkar muat, baik badan usaha pelabuhan (BUP) maupun perusahaan bongkar muat (PBM) dapat bersinergi untuk menciptakan pelayanan yang lebih efektif dan efisien untuk menjamin kelancaran arus barang di pelabuhan," ujar Capt. Wisnu.

Dia mengatakan pemerintah meminta semua pihak melaksanakan kegiatan usahanya dengan prinsip kesetaraan dan keadilan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

"FGD ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif di pelabuhan untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja pelabuhan," ujarnya.

Saat ini, lanjut Capt. Wisnu, formulasi share untuk bongkar muat akan terus dipertajam melalui beberapa FGD dan workshop lagi.

Salah satu narasumber FGD tersebut dari akademisi, yaitu Saut Gurning, mengatakan PBM harus bisa mengatur tenaga kerja bongkar muat (TKBM) agar dapat melayani pengguna jasa dengan lebih profesional.

"Asosiasi PBM jangan sampai memunculkan birokrasi baru yang akan menimbulkan biaya tambahan sehingga malah membebani biaya logistik. Asosiasi juga harus mampu menjembatani kesepakatan tarif bongkar muat yang kompetitif bersama pemerintah daerah," kata Saut.

Narasumber lainnya, yakni Sekjen APBMI Sahat dan Ketua Umum PPBMI Epyardi Asda dengan peserta berasal perwakilan APBMI, PPBMI (Perkumpulan Pengusaha Bongkar Muat Indonesia), PT Pelindo II, BUP, dan perwakilan stakeholder lainnya. (hlz/hlz)


Komentar