Kamis, 13 Desember 2018 | 16:37 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 27 September 2018 19:54

Kemenhub Kerjasamakan 14 Pelabuhan dengan BUMN atau Swasta

Translog Today
Pelabuhan Bau-Bau (Kemenhub)

JAKARTA -

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyiapkan 14 pelabuhan dengan total investasi Rp96,6 triliun untuk dikerjasamakan dengan badan usaha milik negara ataupun swasta. 

Ke-14 pelabuhan tersebut, yakni Bau-Bau, Anggrek Gorontalo, Belang-Belang, Tahuna, Tobelo, Wanci, Serui, Kaimana, Pomako, Saumlaki, Dobo, Banggai, Labuan Bajo, dan Namlea. 

"Dari 14 pelabuhan itu, 2 pelabuhan yaitu Bau-Bau dan Anggrek telah diusulkan sebagai proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan target pengadaan badan usaha untuk Pelabuhan Bau-Bau pada awal 2019 dan Pelabuhan Anggrek pada pertengahan 2019," ungkap Dirjen Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo, Kamis (27/9/2018).

Adapun 12 pelabuhan lainnya, menurut Dirjen Agus, sedang disiapkan studi pendahuluan untuk menetapkan potensi bentuk kerja sama yang memungkinkan untuk diterapkan pada lokasi-lokasi tersebut. Studi ditargetkan selesai pada Desember 2018.

Selain proyek KPBU, Ditjen Perhubungan Laut menyiapkan tahap transaksi proyek KPBU untuk Pelabuhan Patimban yang diharapkan pada Oktober 2018 dapat dimulai proses pengadaan badan usaha untuk pengelolaannya.

Sumber Pembiayaan

Sementara itu, Direktur Kepelabuhanan M. Tohir menjelaskan, pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi laut mendesak segera dilaksanakan untuk memenuhi target rencana strategis, pemenuhan prioritas nasional, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

"Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah untuk memenuhi target rencana strategis di antaranya mendorong sumber pembiayaan lain di luar APBN Kemenhub atau creative financingdan melakukan efisiensi kegiatan operasional atau flat policy," ujarnya.

Sumber pembiayaan lain di luar APBN, yaitu melalui KPBU, pembiayaan dengan skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), peningkatan peran BUMN, investasi swasta murni untuk proyek yang bersifat strategis dan bernilai ekonomis tinggi, serta kerja sama pemanfaatan (KSP).

Selain KPBU, kata Tohir, beberapa pelabuhan siap dikerjasamakan dengan skema KSP yang terdiri atas 21 pelabuhan, dua di antaranya sudah disetujui KSP dengan mitra pada 21 Agustus 2018. Pelabuhan itu yakni Probolinggo dan Sintete, sedangkan 19 pelabuhan lainnya masih dalam proses pengajuan KSP.

Dengan semakin besarnya peran badan usaha, lanjut Tohir, nantinya dapat mengurangi ketergantungan terhadap APBN dalam penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur. 

“Melalui skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha, APBN dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur lain sehingga pembangunan infrastruktur merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Peran Swasta

Pemerintah berharap swasta berperan juga dalam pembangunan infrastruktur transportasi. "Skema KPBU bisa mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Oleh karena itu, pelabuhan harus dikelola secara profesional, akuntabel dan transparan," kata Tohir.

Selain skema KPBU, implementasi kerja sama pemerintah dengan swasta dalam hal ini badan usaha pelabuhan (BUP) untuk kegiatan penyediaan dan/atau pelayanan jasa kepelabuhanan mengacu pada PP No. 64 Tahun 2015 tentang Kepelabuhanan dilaksanakan melalui skema konsesi.

Hingga saat ini telah ditandatangani perjanjian konsesi untuk pengusahaan jasa kepelabuhanan di 13 terminal umum, yaitu Terminal Kalibaru di Pelabuhan Tanjung Priok, Terminal Peti Kemas Belawan Fase II di Pelabuhan Belawan, Terminal Multipurpose Kuala Tanjung di Pelabuhan Kuala Tanjung, dan Terminal Multipurpose Teluk Lamong di Pelabuhan Tanjung Perak.

Selain itu, Terminal Peti Kemas Makassar New Port Tahap I di Pelabuhan Makassar, Terminal Peti Kemas Muaro Jambi di Pelabuhan Talang Duku, Terminal Cigading di Pelabuhan Banten, dan Terminal Karya Citra Nusantara di Pelabuhan Marunda.

Selanjutnya, Terminal Marunda Center di Pelabuhan Marunda, Terminal Manyar di Pelabuhan Gresik, Terminal Umum DABN di Pelabuhan Probolinggo, Terminal Peti Kemas Indo Kontainer Sarana di Pelabuhan Pontianak, dan Terminal Kijing di Pelabuhan Pontianak, serta 1 pengusahaan alur di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). (hlz/hlz)


Komentar